RAMADHAN KEMBALI DATANG

Oleh Zulkifli PA Bkn

 

Tanpa terasa, Ramadhan datang lagi menjumpai kita, itulah Ramadhan bulan yang senentiasa datang menemui ummat manusia tidak pernah berhenti, betapapun diantara manusia tidak pernah memperhatikannya, bahkan tidak tahu dan tidak mau tahu sama sekali terhadap keadaannya, namun demikian Ramadhan tetap turun memberi kesempatan kepada ummat manusia untuk memanfaatkannya secara maksimal agar hidupnya menjadi baik dan bertambah baik.

Kita berpuasa tentunya bukan hanya sekarang, melainkan sejak kecil, akan tetapi mungkin diantara kita atau bahkan kebanyakan diri kita masih belum merasakan pengaruh puasa yang sesungguhnya, dalam bentuk perubahan sikap dan mental, puasa yang kita kerjakan hanya sekedar rutinitas ritual setiap tahun dan hampir tidak pernah punya arti apa-apa. Tentunya kita harus mencermati puasa kita hingga berdimensi la’allakum tattaqun.

Menjelang datang Ramadhan, bulan Agung, Allah panggil hamba-hambanya yang mengaku dirinya beriman kepadanya agar menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan berpuasa sebulan penuh, diingatkan kepada kita bahwa puasa yang akan kita kerjakan  merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan jika kita ingin terpelihara  dari kerusakan duniawi dan kerugian ukhrowi.

Orang-orang  beriman yang dinyatakan didalam Alquran Surat Albaqarah ayat 183, pasti akan menyambut baik panggilan Allah Swt, mereka akan memenuhi undangannya untuk berpuasa, jikalau panggilan dan undangan handai tolan,  shabat dan teman dekat saja hampir tidak pernah kita tolak, undangannya selalu kita penuhi dengan senang hati dan rasa terima kasih, apalagi panggilan itu datangnya dari Al-Khaliq yang menciptakan kita, dan alam semesta ini, Allah yang maha Pengasih, yang memberi rahmat dan rezki kepada kita agaknya amat keterlaluan bila orang yang telah mengaku dirinya beriman kepadanya, kemudian menolak panggilan dan tidak memenuhi undangannya.

Kita tentunya berharap bulan Ramadhan yang akan tiba, semestinya kita maksimalisasikan untuk mengubah karakter hidup kita dan menumpuk amal ibadah, jika bulan Ramadhan diumpamakan dengan tanah yang subur dan siap ditaburi dengan benih-benih kebajikan oleh setiap orang, maka pada waaktunya nanti akan menuai hasil sesuai benih yang ditanamnya, dan siapa yang tidak menanami tanahnya yang subur itu, maka tanah garapannya itu akan ditumbuhi rumput ilalang yang tidak berguna dan tidak menghasilkan apa-apa.

Oleh karena itu Puasa pada bulan Ramadhan mengandung berbagai hikmah antara lain mempertajam keyakinan akan pengawasan Allah Swt, terhadap segala pekerjaan dan  aktivitas yang dilakukan, puasa yang benar akan melahirkan keikhlasan, kejujuran dan ihsan didalam melakukan perbuatan yang baik ataupun dalam meninggalkan perbuatan yang tercela dan merusak,  sagala aktivitasnya akan senentiasa dihiasi oleh nilai-nilai ilahiyah dan keyakinan bahwa setiap perbuatan akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Swt.

Mengapa nilai-nilai ketakwaan sangat terlihat sekali di bulan Ramadhan, karena di bulan yang mulia ini nilai-nilai ketakwaan itu muncul dengan sangat jelas, perobahan nyata, kesalehan meningkat tajam seperti tercermin dalam semangat berinfak, suka membantu orang miskin, begitu juga dengan kesalehan setiap orang yang tergambar dari banyaknya ibadah, rajin ke mesjid memperbanyak shalat sunnat, membaca Alquran, suka berzikir dan memberikan nasehat-nasehat tentang kesalehan, pendek kata kesempurnaan kemanusiaan kita tampak dengan indah di bulan yang penuh berkah ini.

Apapun ibadah yang dilakukan, sasaran kita ialah bagaimana agar diri ini menjadi manusia yang berkualitas takwa, sehingga segala  prilaku diarahkan mencari keridhaan Allah Swt,  orang yang takwa dan memahami tujuan hidup mencari ridha Allah tidak akan terjerembab pada kesalehan yang bersifat temporer, tetapi ia selalu berupaya membina diri menjadi yang berkualitas sepanjang masa. Jika kita telah melakukan sesuatu yang terpuji sepanjang masa sesuai dengan tuntutan Allah, tentu Allah akan menempatkan kita pada tempat yang diredhainya.

Kedatangan  bulan suci Ramadhan pada tahun 1436 H ini, kita sambut dengan ekspresi kegembiraan didalam lubuk hati yang dalam siap menjalankan amal ibadah,  mulai dari ibadah yang wajib maupun ibadah yang sunat, kesempatan untuk mengumpulkan amal-amal kebaikan masih ada,  tentu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, disetiap kali Ramadhan tiba selalu ada peningkatan perobahan dalam diri untuk  menjalani hidup dan kehidupan ini, baik itu peningkatan amal shaleh maupun peningkatan etos kerja, karena bekerja yang baik juga  adalah merupakan catatan amal bagi kita.

Kita menyadari bahwa sebagian orang mungkin menduga bahwa berpuasa membuat semangat kerja kita menurun, dugaan ini mungkin dialami oleh orang-orang yang berpuasa karena terpaksa, namun bagi mereka yang betul-betul berpuasa karena Allah Swt, puasa justru meningkatkan produktivitas, puasa mampu melatih kejujuran, karena kita yakin Allah senantiasa memberikan pengawasan lebih kepada orang-orang yang berpuasa.

Sebuah ilustrasi selama ini yang sering kita lihat, banyak orang berdalih dibalik ibadah puasa jika diberikan tugas-tugas, dengan mudahnya  mengatasnamakan puasa agar terhindar dari tugas-tugas tersebut. Mind set seperti inilah yang seharusnya kita ubah. Bukankah bekerja termasuk ibadah ? Bukankah puasa juga termasuk ibadah ? Bagaimana kalau kita melakukan keduanya, sungguh akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda bagi yang mengerjakannya.

Dengan demikian langkah awal yang harus diluruskan adalah niat berpuasa, karena hal ini sangat terkait dengan konsep berpikir, jika kita melaksanakan puasa hanya karena keterpaksaan maka yang akan kita dapatkan hanya lapar dan haus, sebaliknya jika kita berpuasa ikhlas karena Allah maka kita akan mendapatkan pahala ( ajr ) sekaligus manfaat-manfaat puasa secara lahir maupun batin.

Jadikanlah puasa sebagai salah satu sarana untuk mencapai semangat beramal sepanjang masa dan sarana mencapai semangat kerja ( amal ) dengan demikian prestasi amal ibadah selalu meningkat dan etos kerja pun semakin meningkat Allah pun meridhainya. Insya Allah.

Marhaban ya Ramadhan ibadah puasa yang akan dilaksanakan selama satu bulan kedepan, kita jadikan momentum yang sangat membahagiakan terutama untuk menemukan jati diri menuju tercapainya posisi sebagai makhluk yang paripurna.” Marhaban ya Ramadhan, bulan suci kembali tiba, saat tepat menyucikan diri dari segala dosa, tanpa basa basi mohon dimaafkan segala kesalahan “…


dalam bentuk pdf, klik disini


{jcomments on}