Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Pembinaan di PA Rengat

Pembinaan di PA Selatpanjang

Secara maraton selama dua minggu dari tanggal 17 s.d 31 Mei 2018, pimpinan PTA Pekanbaru yakni Wakil Ketua PTA Pekanbaru Drs. H. Busra, SH., MH, Sekretaris PTA Pekanbaru Yohan Fauzi Yulises, S.Ag., MH, Panitera PTA Pekanbaru Drs. H. Syamsikar, dan Panitera Pengganti PTA Pekanbaru Drs. Zulkifli sebagai assessor dari PTA Pekanbaru mendampingi assessor eksternal dari Badilag Bapak Zulfikar Arif Rahman Purba, SH., MM (Kepala Bagian Perencanaan dan Kepegawaian PTA Medan) melakukan assessment SAPM di PA Dumai, PA Bengkalis, PA Selatpanjang dan PA Rengat.

Disamping mendampingi assessor ekternal dari Badilag melakukan assessment di PA-PA tersebut, Wakil Ketua PTA Pekanbaru Drs. H. Busra, SH., MH juga memberikan pembinaan, yang diikuti oleh seluruh personil Pengadilan Agama tersebut yakni Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, Staf dan Tenaga Kontrak. Isi pembinaan yang disampaikan antara lain menyampaikan :

  1. Tiap personil mulai dari unsur pimpinan hingga Tenaga Kontrak agar lebih banyak belajar tentang kewenangan PA dalam memproses suatu perkara, yang harus ditangani dengan profesional.
  2. Kepada hakim diingatkan untuk menangani perkara secara profesional, menguasi jenis-jenis perkara yang dihadapi, karena dalam menangani suatu perkara tidak mentoleransi kesalahan sekecil apapun.
  3. Hakim tidak boleh bersikap arogan, tidak bersikap memihak, harus bijaksana dan cerdas dalam menjalankan tugasnya.
  4. Dalam persidangan dibutuhkan ilmu pendukung yang diantaranya ilmu psikologi, ilmu retorika, ilmu komunikasi dan lainnya yang akan bermanfaat dalam berinteraksi dengan para pihak dalam persidangan.
  5. Pentingnya pemahaman tentang teori hukum secara komprehensif diantaranya pengetahuan tentang mediasi, eksepsi, tuntutan provisi, rekomvensi, gugatan verzet perlawanan terhadap eksekusi, sita dan lain-lain.
  6. Pentingnya memperhatikan tentang pelayanan publik yang terbaik dan professional memenuhi standar akreditasi yang telah ditetapkan, dan juga menjelaskan tentang sistem SAPM. SAPM adalah salah satu bagian indicator untuk menilai kinerja pelayanan di Pengadilan Agama, namun bukan berarti lepas dari tanggungjawab Ketua PA, bagaimanapun SAPM adalah upaya pintas untuk mencapai sasaran kebijakan pelayanan yang lebih cepat. Sehingga bisa membantu pelaksanaan tugas pelayanan sehari-sehari.
  7. Untuk selalu melaksanakan Maklumat Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 01/Maklumat-KMA/IX/2017 tentang Pengawasan dan Pembinaan Aparatur Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya.
  8. Antar personil harus menjalin hubungan kerja yang baik, sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif.

Dengan adanya pembinaan ini diharapkan Pengadilan Agama dapat melaksanakan tupoksi dengan lebih baik lagi sehingga memberikan hasil yang memuaskan untuk masyarakat pencari keadilan. (Redaksi PTA Pekanbaru)