Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Bertempat di Aula Utama PTA Pekanbaru, Senin 22 Oktober 2018 dilaksanakan kegiatan menyaksikan siaran langsung Peresmian Operasional 85 Pengadilan Baru dan 2 diantaranya adalah Pengadilan Agama Siak Sri Indrapura dan Pegadilan Agama Teluk Kuantan yang termasuk dalam wilayah hukum PTA Pekanbaru yang disiarkan secara online. Penyaksian secara langsung ini sebagai tindaklanjut dari Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 9 Tahun 2018 tentang Publikasi Operasioal Pengadilan Baru yang ditindaklanjut, dengan SK Ketua MA Nomor 183/KMA/SK/IX/2018 tentang Penetapan Tanggal dan Tempat Peresmian Operasioanl Pengadilan Baru, sehingga bisa disaksikan oleh seluruh pengadilan yang ada di seluruh Indonesia tidak terkecuali di PTA Pekanbaru dan PA dalam wilayah hukum PTA Pekanbaru.

Peresmian 85 Pengadilan Baru ini dilaksanakan di Melounguane, Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Suawesi Utara oleh Ketua Mahakamah Agung RI Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH., MH. Pengadilan Baru tersebut terdiri dari tiga badan Peradilan yaitu 30 (tiga puluh) Pengadilan Negeri, 50 (lima puluh) Pengadilan Agama, 3 (tiga) Mahkamah Syar’iyah serta 2 (dua) Pengadilan Tata Usaha Negara. Pengadilan yang baru dibentuk tersebur di seluruh pelosok Indonesia dan berada di Ibukota Kabupaten dan Kotamadya, sementara PTUN berada di Ibu Kota Provinsi.

Dengan dibentuknya pengadilan baru, daerah-daerah yang awalnya secara geografis berada sangat jauh dari kantor pengadilan karena berada di wilayah ibukota kabupaten yang dimekarkan sehingga menyulitkan masyarakat pencari keadilan, saat ini sudah tidak lagi menjadi kendala utama. Selain itu, masyarakat tidak lagi mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menuju ke pengadilan.

85 pengadilan yang baru dibentuk, masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana dalam operasionalnya, antara lain hanya 15 pengadilan yang tanahnya telah berstatus bersertifikat a.n Mahkamah Agung RI, semenara 26 pengadilan berstatus hibah tanah Pemda setempat, 26 pengadilan dalam proses hibah tanah oleh Pemda setempat, 15 pengadilan berstatus pinjam pakai tanah dari Pemda setempat bahkan terdapat 3 pengadilan berstatus belum ada alokasi tanahnya (dalam proses pengadaan). Untuk prasaran gedung kantor pengadilan baru, terdapat 68 pengadilan yang gedungnya berstatus pinjam pakai Pemda setempat, sementara 11 pengadilan menggunakan aset bangunan dari pengadilan terdekat (zitting plat), 3 pengadilan yang berstatus hibah dari Pemda setempat, 3 pengadilan berstatus sewa ke pihak lain dan 1 pengadilan berstatus pinjam pakai dari Kementerian/ Lembaga setempat.

Demikian pula untuk sarana meubelair kantor pengadilan baru, terdapat 78 pengadilan yang meubelairnya berstatus pinjam pakai, 6 pengadilan berstatus dalam proses pengadaan dan 1 pengadilan berstatus hibah. Untuk alat pengolah data (berupa PC dan Printer) terdapat 72 pengadilan berstatus pinjam pakai dari Pemda setempat, 10 pengadilan berstatus sedang dalam proses pengadaan, 2 pengadilan berstatus transfer dari satker pengadilan sekitarnya dan 1 pengadilan berstatus hibah, sedangkan untuk kendaraan dinas (roda dua dan roda empat) terdapat 69 pengadilan berstatus pinjam pakai Pemda setempat dan pengadilan induk (terdekat) dan 15 pengadilan berstatus dalam proses pengadaan 1 pengadilan berstatus hibah.

Sementara itu, untuk mengatasi kekurangan SDM, Mahkamah Agung telah menempatkan beberapa orang hakim termasuk Ketua di setiap pengadilan Agama/MS yang baru, sementara mengisi kebutuhan para Pegawai, Mahkamah Agung telah menempatkan beberapa orang pegawai yang dipindahkan dari beberapa Pengadilan Agama/MS di sekitar wilayah pengadilan baru tersebut, sehingga operasional pengadilan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Sesuai arahan Ketua Mahakamah Agung, meskipun sarana dan prasarana pendukung operasional pengadilan baru masih serba terbatas, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi aparatur pengadilan untuk tidak memberikan layanan dan semua bertekad untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pencari keadilan di seluruh pelosok Indonesia demi mewujudkan Justice for All, sembari dalam waktu yang bersamaan Mahkamah Agung terus berupaya mengajukan permohonan anggaran untuk membangun kantor dan melengkapi infrastruktur pengadilan secara bertahap kedepannya.

Dengan dibentuk dan diresmikannya PA Siak Sri Indrapura dan PA Teluk Kuantan diharapkan mempermudah dan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat pencari keadilan khususnya di wilayah PTA Pekanbaru. (press release MA RI/ Humas PTA Pekanbaru)