Dumai| pa-dumai.go.id

Untuk menghilangkan kejenuhan dari kepenatan tugas sehari-hari sebagai hakim Pengadilan Agama Dumai yang menyidangkan perkara yang relatif  banyak 800 – 900 perkara pertahun, Hakim Pengadilan Agama Dumai punya cara yang jitu untuk menyiasatinya, antara lain diadakan mancing bersama di Sungai sepanjang Dumai hingga duri.

Refressing tersebut dilakukan hampir setiap sabtu dengan tempat yang berbeda disepanjang sungai yang mengalir antara Dumai dan Duri. Misalnya pada hari sabtu tanggal  2 Juni 2012 bertolak dari dumai jam 07.00 pagi dan tiba ditempat pemancingan jam 07.30 WIB. Sholat zuhur dan ‘ashar serta makan siang bersama dilokasi dan pulang jam 17.00 WIB.

Rombongan memancing kali ini dikomandani oleh Waka PA Dumai Drs. H. Asrori, S.H., M.H dan beberapa hakim antara lin : Drs. H. Mukhlis, Taufik SHI., MA, A. Latif Rusydi Azhari Harahap, SHI., MA, Massahuddin SHI dan seorang jurusita Pengganti yakni Drs. H. Zakaria serta dua orang tenaga honorer antara lain Adrizal (sopir) dan Syukri.

Hasil dari refressing tersebut disamping mendapatkan ikan yang relatif agak banyak, juga mendapatkan kepuasan bathin karena berada dalam alam yang terbuka dan  sejuk serta adanya kompetisi antara sesama pemancing. Disamping itu untuk menghilangkan rasa kangen dengan keluarga yang jauh nun disana, hal ini karena kebanyakan Hakim PA Dumai berpisah dengan keluarga yang hingga saat ini belum memungkinkan untuk dibawa ketempat tugas.

Untuk mancing kali ini yang mendapat ikan paling besar akan mendapat julukan SUHU dan itu jatuh pada bapak Drs. H. Zakaria karena yang  bersangkutan memang termasuk yang berpengalaman dalam hal perpancingan dan terbukti dia mampu menundukkan ikan yang relatif agak besar ( yakni ikan Bujuk bahasa Dumai). Selagi belum ada yang melebihi besarnya ikan yang diperolehnya maka gelar SUHU akan tetap melekat pada bapak Zakaria. Demikian ditegaskan oleh H.Mukhlis salah seorang pemancing kepada Tim IT PA Dumai. (Tim IT PA Dumai).

{jcomments on}