“AGAR KERJA BERNILAI IBADAH”

Gambar : Laila Syahidan, S.Ag (Sebagai Penceramah yang sedang memberikan tausiyah) Di dampingi oleh Drs.Faizal Kamil, SH.,MH (KPA.Bengkalis) dan Slamet Firdaus (Sebagai Pembawa Acara)

Bengkalis||pa-bengkalis.go.id

Kegiatan pembinaan mental (Bintal) Pengadilan Agama Bengkalis kembali diadakan Senin 06 Agustus 2012. Kegiatan rutin ini dijadwalkan setiap senin minggu keempat setiap bulan, namun untuk bulan Agustus ini jadwal bintal dimajukan dari jadwal yang telah ditentukan karena pada akhir bulan Agustus ini akan digelar acara pelantikan Waka PA Bengkalis serta salah seorang hakim PA Pangkalan Kerinci yang dimutasikan ke PA Bengkalis.

Kegiatan bintal ini dimulai pukul 08.15 WIB mengambil tempat di ruang kepaniteraan PA Bengkalis. Adapun yang membawakan materi bintal pada kesempatan ini adalah ibu Laila Syahidan, S.ag Hakim PA Bengkalis.

Manusia adalah makhluk spiritual dan makhluk fisik di dunia ini. Sebagai makhluk fisik manusia tidak bisa lepas dari kehidupan sosial. Dengan demikian ibadah kepada Allah tidak dibatasi makna ibadah hanya ritual secara spiritual semata. Tapi lebih dari itu, semua pekerjaan keduniawian bisa memiliki arti ibadah. Artinya, dalam bekerja, berkarya, berbisnis bukan hanya materi yang bisa kita dapatkan, tetapi juga ridha dan pahala dari Allah SWT.Demikian penceramah mengawali uraian pembinaan mentalnya.

Lebih lanjut penceramah menjelaskan setidaknya ada 5 hal yang harus dipenuhi agar pekerjaan atau rutinitas kita di kantor sehari-hari bisa bernilai sebagai ibadah, yaitu :

    Menghadirkan niat yang dilandasi kebaikan dan keikhlasan dalam bekerja.
Seseorang itu bekerja dengan penuh keikhlasan, ia niatkan pekerjaannya untuk mencari ridho Allah swt sebagai orientasinya dan motivasinya untuk kebaikan.

    Itqan, bersungguh-sungguh dan profesional dalam bekerja.
Bekerja merupakan kewajiban yang diperintahkan Allah kepada hambanya. Setiap orang minimal sekali diharuskan untuk dapat memberikan nafkah kepada dirinya sendiri, dan juga kepada keluarganya. Tetapi, perlu diingat bahwa  kerja atau amal yang dituntut oleh-Nya bukan asal kerja, tetapi kerja yang baik, bermanfaat, dan tuntas dalam menyelesaikan pekerjaan yang diamanahkan kepadanya. Profesional dalam bekerja artinya melakukan pekerjaan dengan dilandasi ilmu pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) dan dilakukan dengan cara cerdas dan ikhlas.

    Bersikap jujur dan amanah.
Hakekatnya pekerjaan yang kita lakukan itu merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan baik secara duniawi kepada atasan kita maupun secara ukhrowi terhadap Allah SWT. Sumpah yang kita ucapkan ketika diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil maupun sebelum memangku jabatan merupakan alat kontrol diri agar kita dalam bekerja sesuai dengan sumpah yang kita ucapkan dan tidak akan menyimpang.Kita harus yakin setiap perbuatan yang kita lakukan tidak ada yang luput dari pengawasan Allah yang akan dimintai pertanggungjawabanya kelak di hari kiamat.

    Bersikap jujur dan amanah.
Hakekatnya pekerjaan yang kita lakukan itu merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan baik secara duniawi kepada atasan kita maupun secara ukhrowi terhadap Allah SWT. Sumpah yang kita ucapkan ketika diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil maupun sebelum memangku jabatan merupakan alat kontrol diri agar kita dalam bekerja sesuai dengan sumpah yang kita ucapkan dan tidak akan menyimpang.Kita harus yakin setiap perbuatan yang kita lakukan tidak ada yang luput dari pengawasan Allah yang akan dimintai pertanggungjawabanya kelak di hari kiamat.

    Tidak melalaikan ibadah kepada Allah.
Sesibuk apapun kita dalam bekerja jangan sampai kita meninggalkan ibadah ritual kepada Allah. Nabi berpesan kepada umatnya “bekerjalah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah kamu untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok. Artinya jangan kita hanya mengejar dunia sementara urusan akhirat dinomorduakan melainkan keduanya harus diseimbangkan agar hidup kita selamat di dunia dan diakhirat.

    Ridho atas rejeki yang allah berikan kepada kita.
Ridho atau sering juga disebut qanaah yaitu sikap yang merasa cukup dan puas atas karunia rezeki yang diberikan Allah swt. Wujudnya anatara lain merasa cukup dengan pemberian Allah, tidak iri melihat rezeki orang lain, tidak rakus mencari harta benda dengan menghalalkan segala macam cara. Sebagai seorang muslim hendaknya kita memiliki keyakinan bahwasanya apa yang diberikan oleh Allah adalah yang terbaik untuk kita. Jika mendapatkan rezeki sedikit hendaknya tetap bersabar dan kesabaran itu akan berbuah pahala di akhirat. Begitu pula ketika mendapatkan rezeki yang banyak hendaknya kita bersyukur. Dalam urusan dunia ini sebaiknya kita senantiasa melihat ke bawah dengan demikian kita akan selalu bersyukur, sebaliknya dalam urusan ukhrowi agar kita melihat orang yang di atas kita sehingga kita semakin termotivasi untuk meningkatkan amal ibadah untuk bekal kita di akhirat kelak.

Gambar : Para Peserta Bintal Sedang Mendengarkan Tausiyah Dengan Khidmat

“Mari kita jaga niat kita dalam bekerja, kita jadikan urusan dunia juga sebagai urusan akhirat, kita niatkan urusan dunia sebagai bentuk ibadah untuk meraih keridhoan Allah. Jika kita jadikan urusan dunia sebagai urusan akhirat dan bagian dari ibadah maka insya allah segala aktifitas kerja kita di dunia akan terhindar dari berbuat curang, maksiat dan dosa kepada Allah. Kita Laksanakan tugas dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dengan penuh rasa tanggung jawab sesuai dengan tupoksi masing-masing”.Demikian pesan yang disampaikan ibu Laila menutup uraian bintalnya dihadapan seluruh pegawai PA Bengkalis.

Di akhir acara, KPA. Bengkalis, Drs. Faizal Kamil,SH.,MH, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan mental tersebut  selain bertujuan untuk memberikan pembinaan mental spiritual bagi aparatur peradilan agama Bengkalis juga  untuk mengasah keterampilan berceramah bagi yang sudah terbiasa berceramah dan sebagai ajang latihan bagi yang jarang berceramah di depan khalayak ramai terutama bagi hakim yang kelak menjadi pimpinan diharapkan tidak canggung untuk berbicara di forum manapun. Demikian pula bagi yang ditugaskan sebagai pembawa acara agar terbiasa tampil didepan umum *** (tim redaksi)

{jcomments on}