Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MARI pada tahun 2012 ini mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Kompetensi Hakim Peradilan Agama dalam 2 angkatan, yaitu untuk angkatan V dan VI, bertempat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Acara itu berlangsung dari hari Ahad tanggal 16 September 2012 sampai dengan hari Rabu tangggal 19 September 2012.

Dr. H. Ahmad Kamil, SH., M. Hum,ketika membuka acara (photo kiri), Drs. Nur Mujib, MH. Foto BersamaBapak Dirjen Badilag (photo kanan)

Direktur Pembinaan Tnaga Teknis Peradilan Agama Ditjen Badilag, Drs. H. Purwosusilo, SH., MH., dalam acara pembukaan melaporkan bahwa Acara Bimbingan Teknis Kompetensi Hakim angkatan V dan VI, per angkatan diikuti oleh 32 Hakim yang terdiri dari : Ketua PA, Wakil Ketua PA, Hakim PA dari PA yang ada pada Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia masing-masing satu orang dan unsur Mahkamah Agung, jadi semuanya ada 64 orang peserta.

Peserta dari Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru untuk angkatan V adalah Ketua PA Batam, Drs. Nuheri, SH, MH, sedang untuk angkatan VI adalah Ketua Pengadilan Agama Tanjungpinang, Drs. Nur Mujib, MH.

Dalam acara pembukaan dan penutupan, kedua angkatan itu digabung, sedang dalam acara Bimbingan Teknis Kompetensi untuk masing-masing angkatan dilaksanakan secara terpisah. Acara pembukaan dilaksanakan pada hari Ahad dan dibuka oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial, Dr. H. Ahmad Kamil, SH, M. Hum,. Acara Penutupan dilaksanakan pada hari Selasa dan ditutup oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Drs. H. Wahyu Widiana, MA. Dalam acara pembukaan, Ketua PA Tanjungpinang, Drs. Nur Mujib, MH., mendapat tugas untuk memandu acara pembacaan doa.

Acara Bimtek itu sendiri dilaksanakan pada siang hari selama dua hari yaitu hari Senin dan hari Selasa, dengan materi : Kebijakan Mahkamah Agung RI, Teknik Pemeriksaan Perkara, Bedah Berkas dan Presentasi dan Evaluasi Bedah Berkas. Sebagai Nara Sumber pada acara tersebut untuk angkatan VI adalah, TUADA MARI bidang ULDILAG, Dr. H. Andi Syamsu Alam, SH. M. Hum., Drs. Bahrussam Yunus, SH., MH., Drs. H. Rum Nessa, SH., MH., dan Drs. H. Purwosusilo, SH., MH.

Drs. Bahrussam Yunus, SH., MH. sebagai Narasumber dalam materi Tehnik Pemeriksaan Berkas

Ketua Muda MARI Urusan Lingkungan Peradilan Agama, Dr. H. Andi Syamsu Alam, dalam paparannya menyampaikan 3 hal, yaitu : 1. Optimalisasi Pelayan baik pada teknis pemeriksaan perkara maupun pada teknis penyusunan putusan. 2. Informasi mengenai Sistim Kamar pada MARI ternyata Tim E kebanjiran perkara baik perkara Kasasi maupun perkara Peninjauan Kembali karena menangani tidak saja perdata agama tetapi juga menangani perdata umum. 3. Beberapa Masalah Teknis antara lain ; 1. Masalah Cerai Talak, selama ini (11 tahun) MA menangani Cerai Talak yang ikrarn talaknya sudah dilaksanakan kalau ada PK selalu PKnya ditolak. Sekarang perkara Cerai Talak yang sudah keluar Akta Cerainya dan diajukan PK, maka bila terbukti ada kehilafan nyata dari majelis hakim yang mengabulkan perkara Cerai Talak itu, maka putusannya akan dianulir oleh MA dan Putusan serta Akta Cerainya dibatalkan, 2. Kalau ada putusan PA yang menyatakan NO karena tidak berwenang dan dikuatkan PTA, lalu dalam kasasi MA memutus dengan dinyatakan PA berwenang, maka itu merupakan putusan akhir bukan putusan sela. 3. Mediasi dalam perkara cerai yang gagal mendamaikan termasuk mediasi yang gagal, tetapi sekarang walaupun mediasi dalam perkara cerainya gagal tetapi gugatan yang asesor dengan perkara cerai itu berhasil dimediasi, seperti akibat terjadinya perceraian, masalah hadhanah, pembagian harta bersama dll, itu dikategorikan mediasi yang berhasil. 4. Dalam Fatwa MUI, anak luar nikah tidak ada nafkah, tetapi secara hukum Islam Hakim boleh memberikan nafkah sebagai ta’zir terhadap ayah biologis. 5. Anak luar nikah tidak mendapat waris karena anak luar nikah bukan sebagai ahli waris, tetapi anak luar nikah dapat diputus oleh hakim dengan diberikan bagian sebagai wasiat wajibat. 6. Mut’ah dalam perkara Cerai Talak harus jelas apa pekerjaan suami, kalau swasta jelas swastanya itu sebagai apa, lihat lamanya pernikahan dan berapa nafkah bulanannya. 7. Asas personalitas keislaman tidak perlu dilihat dalam sengketa perbankan syari’ah. 8. Dalam KHI dinyatakan bahwa hibah kepada anak dapat dicabut. Kalau orang tua kemudian bercerai salah satunya mencabut hibahnya itu, apa bisa?. Bisa saja tetapi yang dapat dicabut hanya sebatas separuh harta yang merupakan bagian yang menghibahkan. Dll.

Acara Bimtek Kompetensi Hakim dipadatkan pada siang hari dan pada malam harinya digunakan untuk mengikuti Acara Peringatan 130 tahun Peradilan Agama, yang juga dilaksanakan di tempat yang sama, yaitu di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

{jcomments on}