Bapak  Dr. H. Hatta Ali, SH., MH. ( Ketua  Mahkamah Agung RI ) sedang memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Acara Milad Peradilan Agama ke 130 (1882-2012),  dibelakang  tampak Pak. Wahyu Widiana ( Dirjen Badilag)

Tembilahan | pa-tembilahan.go.id

Kalau dihitung sejak diberlakukannya Stbl.1882 No. 152, yang dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda, maka Pengadilan Agama saat ini telah berusia 130 tahun.  Untuk itu Direktorat Badan Peradilan Agama MARI mengadakan Acara Peringatan 130 tahun Peradilan Agama yang bertempat di Hotel Mercure  Ancol Jakarta. Acara peringatan itu digelar pada hari Senin tanggal 17 September 2012 sampai dengan hari Rabu tanggal 19 September 2012. Acara itu sendiri dilaksanakan pada malam hari karena pada sidang harinya ada berapa acara yang dilaksanakan oleh Ditjen Badilag untuk mendukung Acara peringatan 130 tahun Peradilan Agama tersebut.

Acara peringatan 130 tahun Peradilan Agama dihadiri lebih dari 400 orang, yang terdiri dari keluarga besar MARI ; Ketua MARI, Wakil Ketua MARI Bidang Yudisial, Wakil Ketua MARI Bidang Non Yudisial, para Ketua Muda MARI, para Hakim Agung MARI, para Dirjen dan Kepala Badan, para Pejabat Eselon I, II dan III dilingkungan MARI, para Ketua Pengadilan Tinggi Agama se Indonesia, beberapa Hakim Tinggi PTA, para Panitera/Sekretaris, beberapa Ketua PA/Wakil Ketua PA, beberapa Hakim PA, beserta para undangan lain, seperti Duta Besar negara sahabat antara lain Duta Besar Negara Sudan, Beberapa lembaga/NGO luar negeri dari Australia., Belanda dan sebagainya. Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, Drs. Moh  Nur, MH. Sebagai peserta Lokakarya Mediasi  bergabung dengan peserta  bimtek  lainnya juga turut meramaikan  Acara Peringatan 130 Tahun Peradilan Agama.

Dari kiri : Dr. H. Imron Rosyadi, MH.( Ketua PA.Malang ),  Drs. Moh Nur, MH. ( Ketua PA. Tembilahan ), Drs. Nur Mujib, MH.( Ketua PA. Tanjung Pinang yang sebentar lagi akan  mutasi sebagi  Ketua PA. di  Lubuk Pakam ( Medan ).

Pelaksanaan acara itu sendiri terkesan cukup meriah, tidak menyangka kalau Ditjend Badilag MARI dapat membuat acara yang memenuhi ruang Karakatau, padat dan berisi, mengagumkan. Acara puncak 130 tahun Peradilan Agama yang dimulai pada 19.30 sampai dengan jam 23.00, hari Senin. Prosesi acara yang diawali dengan  Pembukaan, Pembacaan Ayat Suci Al Qur’ an, Pembacaan Doa, Penampilan Video Perjalanan 130 tahun Peradilan Agama, Tokoh-tokoh pejuang Peradilan Agama,  Laporan Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Launching 16 Buku, 2 Laboratorium (Laborantorium SIADPA dan Laboratorium SIMPEG) dan 1 Galeri 130 Tahun Peradilan Agama, Pidato Ketua Mahkamah Agung RI.

Sesaat setelah pidato Ketua Mahkamah Agung RI. Acara dilanjutkan dengan  sarasehan 130 tahun Peradilan Agama dan perjalanan Peradilan Agama yang  menampilkan dua tokoh sebagai penceramah pada acara tersebut  yaitu  Mantan Wakil Ketua MARI Bidang Non Yudisial, Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, SH., MH. dan Mantan Ketua MARI, Prof. Dr. H. Bagir Manan, SH. MCL.

Kemudian pada malam berikutnya ( malam kedua ), dilaksanakan acara puncak 130 tahun Peradilan Agama, yang terdiri dari ; Pembukaan, Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, Pembacaan Doa, Laporan Ketua Panitia, Pidato Wakil Ketua MARI Bidang Non Yudisial, Penyerahan Award (antara lain Award Website PTA dan PA, Award Pelayanan Publik dan Meja Informasi, Award Simpeg, Award Publikasi Putusan, Award Justise for All dll), Hiburan, Penyerahan Penghargaan Kepada Tokoh, Penyerahan dari Warga Peradilan Agama kepada Dirjen Badilag. (Tim Redaksi)

{jcomments on}