Dari kiri: Nicola Colbran (Derektor Program AIPJ), Drs. H. Wahyu Widiana, MA. (Dirjen Badilag MARI), Leisha Lister (Family Court of Australia). Sebelum membuka acara tersebut, Pak Wahyu Widiana sedang melihat dan membacakan tulisan yang ada di kue ulang tahun yang sudah disiapkan oleh panita.

 

 

Tembilahan | pa-tembilahan.go.id.

Hari senin tanggal 17 September 2012 yang bertempat di Hotel Mercure kawasan Ancol Jakarta ,  pada pukul 08.30 WIB. Derektor Jendral  Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Drs. H. Wahyu  Widiana, MA. Membuka secara resmi Workshof Mediasi Keluarga, yang didampingi oleh  Nicola Colbran  ( Derektor Program AIPJ ). Leisha Lister (Family Court of Australia).  Tampak juga hadir dalam acara tersebut  Wiwik Awiyati (Tim Pembaharuan Mahkamah Agung RI) dan  Simon Curran ( Relationship Australia Victoria ).

Kegiatan tersebut  diikuti oleh 30  peserta  utusan dari Pengadilan Tinggi Agama yang ada di Indonesia yang terdiri dari 6 orang Hakim Tinggi Agama, 10 orang  Ketua Pengadilan Agama , 5 orang  Wakil Ketua  dan  9 orang Hakim tingkat pertama serta  kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 17 s/d 19  September 2012.

SIMON CURRAN  (jas hitam kemeja putih ), pria kelahiran Inggris, besar dan mengeyam Pendidikan di Australia juga berpropisi sebagai lawyers dan sebagai instruktur  di Lokakarya Mediasi. LEISA LISTER  ( baju merah ), fhoto bersama dengan seluruh peserta Lokakarya Mediasi.

Prosesi acara dimulai dengan sepatah kata Nicola Colbran ( Derektor Progran AIPJ ), kemudian sambutan  Leisha Lister dari Family Court of Australia dan dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi  oleh  Bapak Drs. H. Wahyu Widiana MA.  ( Deriktor Jendral Badan Peradilan Agama, Mahkamah Agung Republik Indonesia).

Dalam sepatah katanya, Nicola Colbran , menyampaikan  ucapan terima kasih kepada Pak Wahyu , karena beliau  sangat berjasa dalam membangun  kerja sama dibidang hukum yang sudah berjalan selama kurang lebih 7 tahun dan kedepan harapan beliau tetap kerja sama ini dilanjutkan walaupun Pak Wahyu sebentar lagi akan memasuki masa pensiun dan  mediasi  akan dijadikan sebagai fokus kerjasama Australia dan Indonesia. Ujarnya.

Dari kiri : Drs. H. Damanhuri, SH.(HTI. PTA. Kupang), H. Asril Nasotion, SH., MH. (HTI. PTA. Banten), Drs. Moh Nur, MH. (KPA. Tembilahan ), Auzar Nawawi, S.Ag., MH. (KPA. Muara Bungo). Serta dibelakang tampak peserta lainnya.

 

Selanjutnya Leisha Lister dari Family Court of Australia dalam sambutan juga menyampaikan ucapan terimaksih kepada Pak Wahyu yang telah merintis kerja sama ini  yang  sudah cukup lama  dan telah berjalan dengan baik, kedepan  tentunya kerja ini terus kita tingkatkan terutama kerjama bidang hukum keluarga.

Dalam sambutannya Pak  Wahyu Widiana menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada AIPJ dan Family Court of Australia, atas kerjasama tersebut. Kerjasama ini banyak membantu dan memotivasi warga Peradilan Agama untuk terus menerus melakukan perubahan dan peningkatan dalam pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

 

Dari kiri: H.Asril Nasotion,SH.,MH. ( HTI.PTA.Banten), Simon Curran (Instruktur Mediasi dari Family Court  of Australia), Drs.Moh Nur,MH.( KPA.Tembilahan).

Beliau  juga berharap agar kerjasama ini dapat terus berjalan di masa yang akan datang,  karena keberhasilan pelaksanaan  mediasi di Pengadilan Agama yang masih rendah. Kita berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut, walaupun saya akan memasuki pensiun dan kembali ke Kampus, saya tetap akan memperhatikan, melihat tapi dari jarak jauh. Kata Dirjen yang telah berhasil memperkenalkan Peradilan Agama di mata Dunia.

Ada yang menarik sebelum acara pembukaan dimulai, tiba-tiba seseorang dari anggota AIPJ datang membawa kue  ke meja dimana pak Wahyu akan membuka acara tersebut. Kemudian  Nicola Colbran    dan Leisha lister,  mempersilahkan Pak Wahyu untuk membaca tulisan yang ada di kue tersebut , ternyata kue tersebut bertuliskan  “ Selamat Ulang Tahun yang ke 60”, tapi ketika itu yang disebut oleh Pak wahyu  adalah “selamat ulang tahun  yang ke 40”, serentak peserta menjadi geger dan tertawa,…. beliau masih sempat guyun dan bercanda, jadinya suasana tambah meriah. (Tim Redaksi)

{jcomments on}