KPA NATUNA : PROGRAM SIADPA PLUS KEDEPAN MENJADI TUGAS POKOK PERADILAN AGAMA

Natuna I www.pa-natuna.net(28/09)

Aplikasi SIADPA PLUS Pengadilan Agama Natuna belum memenuhi harapan, namun setidak-tidaknya Laskar siadpa dan SIADPA PLUS pada satker ini bukan berarti tidak berbuat dan tinggal berdiam diri tetapi terus berusaha berbuat sedikit demi sedikit, namun difahami tentu bukan hanya agar laporan perkara menjadi warna hijau, tetapi bagaimana  terus berupaya membenahi menuju kesempurnaan walaupun ditengah-tengah banyaknya kendala dihadapi demi menyongsong  SIADPA PLUS kedepan kelak yang akan menjadi tugas pokok Peradilan Agama.

 

KPA Natuna, Drs. H. M. ZAKARIA, MH  ketika memimpin rapat tentang peangaplikasian SIADPA PLUS pada PA Natuna Jumat (28/09) di ruang mediasi Natuna diikuti Wakil Ketua, Hakim,  Penitera/Panitera Pengganti, Juru Sita/Juru Sita Pengganti, Petugas Meja I dan Kasir serta bagian terkait lainnya, beliau menyampaikan bahwa terdapat beberapa kendala berat dihadapi dan harus ditemukan solusinya dalam memprogramkan SIADPA PLUS di satker PA terjauh dalam wilayah hukum PTA Pekanbaru  ini diantaranya  masalahpokok yaituSINYAL INTERNET DI NATUNA SELALU HILANG TIMBUL..ITUPUN TIDAK PENUH disebabkan karena kondisi daerah perbatasan ditambah cuaca tidak menentu disamping kendala jumlah personil yang terbatas,  sarana dan prasarana belum memadai. Dan salah satu solusi di tawarkan bahwa PA Natuna perlu memiliki peralataan agar sinyal jaringan internet tidak hilang timbul lagi, sehingga setelah memiliki alat itu bila ada pihak-pihak yang mengajukan perkara tidak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan program SIADPA PLUS sehingga menunda penerimaan perkara sebagaimana yang sering terjadi selama ini. 

Petugas Meja I bernama MARIANA (tenaga Honorer) mengungkapkan melalui www.pa-natuna.netbahwa sebenarnya pada awalnya kalau ada pihak yang mengajukan perkara langsung kami menggunakan program SIADPA PLUS, akan tetapi karena sinyal sering hiolang timbul, maka terpaksa gugatan/ permohonan pihak-pihak kami buat secara manual, karrna kondisi sinyal yang kurang bersahabat.     

Lebih lanjut KPA Natuna menyampaikan bahwa oleh karena tugas SIADPA PLUS ini merupakan tugas bersama-sama, sehingga seluruh unsur yerkait harus terlibat didalamnya serta saling mendukung antara unsur satu dengan lainnya seperti halnya KPA bertugas membuat PMH pasca terdaftarnya suatu perkara, namun KPA menyarankan terutama kepada penyusun LKA-KR DIPA Natuna tahun 2013 mendatang supaya mengalokasikan mata anggaran untuk pembelian peralatan internet yang canggih dengan harga berkisar Rp. 50 jutaan, sebagaimana peralatan dimiliki Bank-Bank atau satker-satker yang ada di Natuna, sehingga dapat menutup celah-celah menjadi  kendala tentu sangat mempengaruhi kinerja PA Natuna selama ini dan kedepan menuju PA Natuna yang cemerlang.    

{jcomments on}