KPA NATUNA : EMPAT MODAL HARUS DIMILIKI DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PRIMA

Natuna I www.pa-natuna.net (01/10)

Apel  pagi Senin rutin kembali dilaksanakan bertepatan pada awal bulan Oktober (01/10) dengan pembina upacara langsung diambil alih KPA Natuna, Drs. H. M. ZAKARIA, MH dihadiri  Waka, Pansek dan Para Hakim, pejabat fungsional dan struktural serta tenaga honorer PA Natuna.

Dalam pengarahannya di sela-sela apel pagi tersebut, KPA Natuna menyampaikan bahwa setidak-tidaknya ada 4 (empat) modal perlu dimiliki dan diperhatikan sebagai modal dalam memberikan pelayanan prima kepada pihak-pihak pencari keadilan, meliputi :

Pertama: Harus memiliki kemauan untuk memberikan pelayanan, jangan ada dibenak seseorang pegawai bekerja secara terpaksa tanpa rasa keikhlasan, hendaklah mencintai tugas yang diamanahkan atasan maupun pimpinan. Apabila kemauan sudah dimiliki maka pekerjaan itu walaupun rumit maka seseorang akan menemukan jalan untuk memenuhi pelayanan prima.

Kedua: Harus memiliki ilmu, karena tanpa ilmu mustahil pekerjaan itu bisa dilaksanakan secara baik, untuk itu diperlukan ilmu dengan berusaha mencarinya baik melalui buku-buku petunjuk yang ada di perpustakaan, melalui diskusi, maupun melalui website Badilag.net, sehingga apabila sudah ada kemauan yang didasari dengan ilmu, maka pelayanan prima dapat terlaksana dengan baik.

Ketiga: Harus memiliki sifat bijaksana, karena walau bagaimanapun pintarnya seseorang kalau tidak ada sifat bijaksana, dengan kondisi kurangnya personil dan tugas jabatan rangkap yang emban, harus bisa menyeleksi mana tugas yang harus diprioritaskan, tanpa memprioritaskan tugas dikerjakan pasti akan mengalami jalan buntu sehingga persoalan tidak bisa terselesaikan secara tertib, selanjutnya antara satu sama lain jangan hanya bisa menyalahkan tetapi juga pandai dan bijak memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi.

Keempat: Harus berakhlak mulia, karena walaupun siudah ada kemauan, ilmu dan sifat bijaksana, akan tetapi tanpa diiringi dengan akhlak mulia, tentu akan mudah untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan dari koridor yang telah ditetapkan, walaupun Peradilan Agama diakui sudah mendunia namun akhlak tetap dimiliki dalam menghadapi pihak-pihak tentunya tetap berbasis mesjid yang didasari iman dan taqwa, sehingga pengadilan Agama terasa sebagai tempat pengayoman bagi keluarga yang bermasalah, walaupun pada mulanya pihak-pihak yang datang membawa segudang permasalahan, namun karena pelayanan yang baik diberikan dengan didasari akhlakul karimah, maka persoalan itu reda secara berangsur-angsur.

Akhirnya KPA menghimbau kepada seluruh peserta apel senin supaya menerapkan keempat hal tersebut di atas didalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga apa yang dilaksanakan dapat tercapai sasaran demi terwujudnya pelayanan prima. 

{jcomments on}