KPA NATUNA : DENGAN SENI HIDUP MENJADI INDAH

Natuna I www.pa-natuna.net (01/10)

Untuk mengisi malam minggu menjelang awal Oktober 2012, KPA Natuna, Drs. H. M. ZAKARIA, MH ikut menghadiri Acara “Seleksi Paradre Tari” Tingkat Kabupaten Natuna yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Budaya dan Seni sabtu malam (29/09) berlangsung di Pantai Kencana Ranai, diikuti 8 kecamatan se Kab. Natuna, merupakan kegiatan rutin bergengsi dan sering dilaksanakan oleh Pemda Natuna, bertujuan untuk meningkatkan daya kreasi seni tari sekaligus melestarikan budaya Kesenian tradisonal Rakyat Daerah Kabupaten Natuna khususnya  sehingga melalui parade ini swetidak-tidaknya mendorong generasi penerus bangsa memperluas khazanah budaya tari sehingga dapat tercipta inovasi dan kreasi baru dibidang tari agar budaya tradisional tidak mudah  dilupakan terutama  generasi muda penerus bangsa.

Sebagaimana dsampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Bidaya dalam laporannya sebagai panitia pelaksana, bahwa kontingen tari Kabupaten Natuna cukup diperhitungkan karena pernah menjadi juara pada event tari baik tingkat Nasional lebih-lebih lagi di tingkat Provinsi, misalnya tahun 2009 dan 2010 mewakili provinsi Kepulauan Riau berturut-turut menjadi juara III  di Tingkat Nasional dan meraih  juara umum di Tingkat Provinsi di Tanjung Pinang, sedang hasil seleksi malam ini dimenangkan oleh Kelompok tari dari Kecamatan Bunguran Timur, sehingga berhak mewakili Kabupaten Natuna mengikuti Parade Tari Tahun 2013 Tingkat Provinsi di Tanjung Pinang.  

 

KPA Natuna usai menghadiri acara seleksi parade tari tersebut menyampaikan melalui www.pa-natuna.net bahwa di samping gemar berjama’ah ke mesjid setidak-tidaknya terdapat dua kegemaran  yang harus dimiliki oleh sosok pemimpin KPA terutama yang bertugas di daerah perbatasan seperti di Natuna ini, dengan tujuan menghindari  rasa jenuh dan mudah nenyesuaikan diri secara cepat dengan lingkungan masyarakat setempat termasuk aparat pemerintahan, meliputi :

Kegemaran Pertama : Harus memiliki jiwa olah raga, karena dengan olah raga bisa dijadikan sebagai sarana untuk saling kenal mengenal, sehingga dimanapun bertugas kalau mempunyai jiwa olah raga, maka seseorang ditugaskan di daerah perbatasan seperti Natuna ini tidak perlu menjadi beban pemikiran dan membuat kesal diri, tetapi harus dijalani dan dinikmati dengan baik, karena mungkin itu yang terbaik dan mempunyai hikmah yang bermanfaat.

Kegemaran Kedua : Harus memiliki jiwa seni, karena dengan seni hidup menjadi indah, oleh sebab itu seorang sosok KPA apabila memiliki jiwa seni alias bisa bernyanyi maka mudah dan cepat sekali dikenal orang lain, apalagi memiliki bakat dibidang itu, karena  masyarakat Natuna  senang bernyanyi maka itu pulalah yang mendorong KPA Natuna menyediakan peralatan organ tunggal “Qasidah modern” untuk PA Natuna dengan tujuan agar para hakim sebagai calon pimpinan KPA kedepan setidak-tidaknya dapat lebih pede tampil apabila dipanggil untuk bernyanyi, sehinga sosok KPA harus menguasai dan dapat menyanyikan sebuah lagu sebagaimana persiapan ketika ditunjuk menjadi khatib jum’at secara mendadak.

Lebih lanjut KPA menyampaikan bahwa dengan beberapa modal  tersebut di atas, maka dimanapun bertugas insya Allah yang namanya permasalahan stres dan jenuh bisa teratasi. PERCAYALAH ....  

{jcomments on}