Ketua PA Pangkalan Kerinci, Drs. H. Kamaruddin My, SH, MH memimpin diskusi dan bedah Siadpa Plus

Pangkalan Kerinci - Peringkat ke-29 dalam  implementasi Sistem Administrasi Peradilan Agama (Siadpa Plus) tingkat nasional sebagaimana Surat Keputusan Dirjen Badilag Nomor : 0039/DJA.1/SK/HM.00/IX/2012 tanggal 12 September 2012, tidak mengurangi semangat Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci untuk terus berbenah.

Bertempat di ruang rapat utama, Jum’at (21/09/2012) lalu, Ketua PA Pangkalan Kerinci, Drs.Kamaruddin My, SH memimpin diskusi dan bedah Siadpa Plus yang diikuti oleh seluruh Hakim PA Pangkalan Kerinci. Acara yang berlangsung sejak pagi hari itu juga dihadiri oleh perwakilan Admin Siadpa Plus, Candra Gunawan yang mencatat dengan seksama jalannya diskusi.

Diskusi dan Bedah Siadpa Plus diikuti oleh seluruh Hakim PA Pangkalan Kerinci dan perwakilan Admin Siadpa Plus

Kamaruddin My menuturkan bahwa acara ini penting untuk menyamakan persepsi antar sesama Hakim terkait dengan blanko-blanko yang ada dalam Siadpa Plus. “harus diakui tidak jarang antar sesama kita berbeda pendapat tentang gaya bahasa dan penulisan BAP maupun Putusan”, terangnya. Lebih lanjut KPA menuturkan bahwa diskusi ini tidak dimaksudkan untuk mengekang kreatifitas hakim dalam membuat putusan, namun untuk memudahkan admin Siadpa Plus dalam editing blanko.

Diskusi berjalan cukup dinamis. Meskipun terjadi perbedaan pendapat, namun acara yang berakhir pukul 15.00 WIB itu mampu menghasilkan 13 rumusan penting yang akan digunakan oleh Admin Siadpa Plus sebagai acuan dalam editing blanko.

13    umusan penting tersebut adalah sebagai berikut :

1.    Penulisan judul berita acara tetap menggunakan istilah BAP (Berita Acara Persidangan) bukan BAS (Berita Acara Sidang) seperti pendapat Hakim Agung Abdul Manan, sampai ada petunjuk berikutnya dari PTA Pekanbaru.

2.    Pendahuluan BAP dalam Siadpa Plus tertulis “………..dan mengadili perkara CG/CT pada tingkat pertama…..” diganti dengan “……..dan mengadili perkara perdata pada tingkat pertama ………….CG/CT antara …..”

3.    Penulisan nama P/T, spasi, ukuran kertas dst. baik dalam BAP maupun putusan mengikuti hasil rumusan PTA Pekanbaru.

4.    Kalimat “susunan persidangannya :…” dalam Siadpa Plus diganti dengan “Susunan Persidangan :..”

5.    Kata “setelah” dalam “setelah KM menyatakan sidang dibuka terbuka untuk umum…” dalam siadpa Plus dihilangkan.

6.    Ada 3 hal penting dalam sidang pertama yang sebaiknya dilakukan, setelah para pihak dipanggil masuk ke persidangan, yaitu, pemeriksaan identitas, menanyakan maksud dan tujuan datang ke pengadilan dan penasehatan.

7.    Kata “maka” dalam BAP sidang pertama Siadpa Plus ketika KM menanyakan kebenaran identitas para pihak dihilangkan dan selanjutnya ditambah “………identitas P dan T adalah benar, seperti tersebut di atas”

8.    Ex Pasal 84, yaitu memerintahkan Panitera menyampaikan salinan putusan dst. tetap dimasukkan dalam petitum gugatan, mengikuti buku yang diterbitkan PTA Medan dan PTA Pekanbaru. Hanya saja kalimat “memerintahkan Panitera menyampaikan salinan putusan ….” diganti dengan “memerintahkan Panitera mengirimkan salinan putusan …”

9.    Ex Pasal 84 tetap harus dibunyikan PPN KUA tempat tinggal P dan T serta dimana mereka menikah secara jelas, tidak cukup dengan kalimat yang umum saja.

10.    Adanya blanko pemberitahuan telah terjadinya perceraian kepada KUA dalam Siadpa Plus perlu didiskusikan lebih lanjut. Apakah penyampaian pemberitahuan/petikan itu sudah dianggap cukup tanpa harus menyampaikan salinan putusan. Hasilnya dikirmkan ke PTA Pekanbaru untuk mendapatkan tanggapan.

11.    Tata cara penulisan Putusan mengikuti petunjuk PTA Pekanbaru, namun terkait dengan isi dan gaya penulisan diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing hakim.

12.    Meskipun pembuatan BAP sudah menggunakan blanko-blanko Siadpa Plus yang sudah disepakati, namun jika ada koreksi dari majelis demi kesempurnaan BAP, PP harus melaksanakan perintah majelis. Oleh karena itu setiap BAP Siadpa Plus, setelah dipreview harus disimpan di foldernya sendiri-sendiri. Jika ada koreksi dari majelis langsung membuka file tersebut, kemudian diedit tanpa perlu membuka siadpa lagi.

13.    Hasil diskusi ini harus disosialisasikan kepada PP dalam forum tersendiri.

{jcomments on}