DUA PASANG PIHAK BERMAKSUD CERAI AKHIRNYA KANDAS DI TANGAN SEORANG MEDIATOR SENIOR

Natuna I www.pa-natuna.net(03/10)

Salah satu kado penting hasil Pelatihan Mediasi Keluarga  dilaksanakan oleh Badilag Mahkamah Agung RI di Jakarta menjelang peringatan 130 tahun Peradilan Agama baru-baru ini merumuskan bahwa keberhasilan mediasi di Pengadilan Agama jangan diukur hanya karena masalah perceraiannya saja, tetapi semua hal-hal yang berkaitan dengan perceraian seperti harta bersama, nafkah isteri dan anak, mut’ah dan sebagainya kalau memang dipermasalahkan dan pihak-pihak berhasil membuat kesepakatan, maka tetap mediasi tersebut dianggap berhasil walaupun perceraiannya berlanjut sebagaimana disampaikan oleh KPA Natuna,  Drs. H. M. ZAKARIA, MH disaat-saat berbincang dengan Wakil Ketua PA Natuna, Drs. MARDANIS, SH, MH setelah beliau berhasil memediasi dua perkara Cerai Gugat dalam tempo satu minggu  yaitu masing-masing perkara Nomor :  W4.A14/145/Pdt.G/2012/PA.Ntn dan Nomor : W4.A14/155/Pdt.G/2012/PA.Ntn.

Para Ketua Majelis dilingkungan PA Natuna berusaha mengarahkan apabila ada pihak-pihak yang berperkara namun umurnya sudah lanjut, meskipun memilih mediator yang berbeda, namun Ketua Majelis berusaha membimbing yang akhirnya  pihak-pihak menyetujui tawaran itu sehingga sepakat memilih mediator umurnya lebih tua dari umur pihak-piihak berperkara atau setidak-tidaknya sebaya dengan tujuan untuk mengimbangi kedewasaan dan kematangan dalam segala hal, sehingga mudah memberikan arahan, bimbingan, nasihat dan saran hingga mediasi berhasil, ternyata kebijakan itu membawa manfaat karena terbukti sudah dua perkara dalam satu minggu ini berhasil dimediasi padahal kedua belah pihak sebelumnya menggebu-gebu untuk bercerai namun kandas di tangan mediator seperti yang dilaksanakan oleh Hakim Mediator Senior berumur 58 tahun itu.

KPA Natuna menghimbau melalui www.pa-natuna.netkepada seluruh mediator khususnya di lingkungan  PA Natuna  untuk lebih memaksimalkan usaha mediasi dengan memanfaatkan gedung (ruang) khusus yang telah dibangun dialokasikan melalui DIPA PA Natuna Tahun 2012 ini, walaupun pihak berkompeten terkait belum memenuhi janji akan memberikan insentif bagi mediator yang berhasil sebagaimana tertuang dalam salah satu pasal dari PERMA No. 1 tahun 2008.

{jcomments on}