Kamis, 4 Oktober 2012, Pengadilan Agama Dumai kembali menggelar sidang keliling di Kantor Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sidang kelililing ini merupakan yang pertama dilakukan kembali pasca libur lebaran.

Sidang kali ini di pimpin oleh Khairunnas, S.Ag, MH,  sebagai Ketua majelis, M. Taufik, SHI dan Mardha Areta, SH sebagai hakim-hakim anggota dan Nursima SHI sebagai Panitera Pengganti. 

Tepat jam 08.00 WIB rombongan sidang keliling Pengadilan Agama Dumai berangkat dari Kantor menuju lokasi yang berjarak tempuh sekitar 2 jam perjalanan dan sekitar jam 10.00 WIB rombongan telah sampai ke tempat tujuan di Kantor Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Sesampai di lokasi, rombongan telah di tunggu oleh para pihak berperkara. Sidang hari ini diagendakan 3 perkara yang kesemuanyan adalah perkara cerai talak. Dan setelah beberapa saat persiapan dilakukan sekitar pukul 10.30 persidangan pun dimulai dan dibuka oleh Ketua Majelis dengan menyatakan sidang dibuka dan terbuka untuk umum dengan diiringi ketukan palu sebanyak tiga kali.

Hasil persidangan yang semua  acaranya adalah tahap pemeriksaan tersebut adalah satu perkara putus sedang yang lain dinyatakan ditunda untuk pembuktian.

Ketika dikonfirmasi oleh Tim IT Pengadilan Agama Dumai, salah satu pihak berperkara (yang kebetulan perkaranya di putus ) menyatakan berterima kasih kepada Pengadilan Agama Dumai yang telah mengadakan sidang keliling di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis karena selain dapat menghemat waktu juga menghemat biaya bagi para pihak yang harus pulang pergi dari Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis ke Dumai. Sambil berharap agenda sidang penyaksian ikrar talaknya nanti dapat dilaksanakan juga di Kantor Kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis;

Sementara Khairunnas, S.Ag, MH selaku Ketua Sidang menjelaskan bahwa pelaksanaan sidang keliling ini sudah merupakan program dari Pengadilan Agama Dumai yang juga merupakan kepanjangan tangan dari program Justice for All yang telah dicanangkan oleh Badilag (selain Pos Bantuan Hukum dan layanan berperkara secara prodeo).

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan mengutip pernyataan Wahyu Widiana (Mantan Dirjen Badilag) bahwa sidang keliling ini pernah dipandang sebelah mata. Pasalnya, sidang keliling dianggap dapat membuat angka perceraian semakin tinggi. Menurutnya, sidang keliling bukan untuk mempermudah orang untuk melakukan perceraian, tetapi untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat di bidang hukum keluarga, baik status pernikahan, perceraian, hingga status anak.

Sidang keliling ini telah dijalankan sejak 2011. Selama satu tahun tersebut, program ini berhasil menangani perkara sekitar 18.550 perkara atau lebih besar 60 persen dari target semula, 11.500 perkara.

Selesai sidang, rombongan dari Pengadilan Agama Dumai diterima dengan hangat oleh pejabat Kecamatan setempat dan dilakukan ramah tamah sebentar sebelum akhirnya rombongan kembali ke Dumai lagi. 

{jcomments on}