HIDUP  ADALAH  PILIHAN

Gambar: kiri ke kanan. Waka PA. Bengkalis (Dra. Burnalis, MA), KPA. Bengkalis (Drs. Faizal Kamil, SH.,MH, dan penceramah (Helmi Cendra, S.Ag)

 

Bengkalis||pa-bengkalis.go.id

Seperti biasanya pada akhir bulan, PA. Bengkalis mengadakan bintal rutin yang kali ini Senin 22/10/2012 penceramahnya Helmi Cendra, S.Ag seorang Panitera Pengganti dan Da’i di Kab. Bengkalis dengan pembawa acara Ilham Maulana, SE di dalam tausiahnya pada pokoknya menjelaskan sebagai berikut:

“Setiap manusia dalam hidupnya selalu dihadapkan pada dua pilihan, memilih “mau atau tidak mau”, “menerima atau tidak menerima”, bahkan tidak memilih pun sebenarnya adalah pilihan yaitu “memilih untuk tidak memilih”.

Perlu juga dipahami bahwa setiap pilihan itu akan menghasilkan akibat yang boleh jadi positif atau negatif, sehingga dalam menentukan pilihan mestinya dipertimbangkan secara matang, karena setiap kita akan mendapatkan ruang dan waktu untuk bernostalgia atas pilihan itu, seperti seorang ayah yang berkata kepada anaknya tentang temannya yang telah menjadi seorang yang berhasil kemudian seorang ayah tersebut memelas dengan berkata “itulah ayah dulu lebih senang main-main dan tidak mau sekolah sehingga sekarang ayah merasa rugi dsb”, sekelumit cerita ini adalah bagian terkecil dari sekian banyak pilihan kita dan pilihan yang terbesar dalam hidup ini adalah ketika Allah berikan kepada kita memilih antara ingin menjadi ahli surga atau ahli neraka.

Gambar: Peserta bintal sedang khidmat mendengarkan tausyah

Di dalam Alquran surat Ash-Shoffaat ayat 50-56 Allah menceritkan kisah dua orang yang bersahabat pada masa bani israil, yang satunya muslim sedangkan yang satunya kafir, mereka berdua menjalin kerjasama dalam mengelola sebuah usaha, sampai suatu waktu mereka memutuskan untuk berhenti dalam kerja sama tersebut sehingga mereka membagi kekayaan yang berjumlah 6000 dinar (Abu Ja’far bin Jarir meriwayatkan dari furat bin Tsa’labah kekayaan mereka itu sebesar 8.000 dinar), sehingga masing-masing memperoleh 3000 dinar dan mereka pun berpisah dalam waktu yang cukup lama, hingga suatu waktu mereka bertemu lalu si kafir bertanya kepada si Muslim, untuk apa kau gunakan uang yang 3000 dinar dulu ? kalau saya sudah saya belikan tanah dan kebun kurma dengan harga 1000 dinar dan merekapun berpisah, ditengah malam si Muslim berdoa kepada Allah, Ya Allah kawan saya sikafir membeli tanah dan kebun kurma dengan uang 1000 dinar, saya juga mau membeli tanah dan kebun kurma dengan 1000. dinar, pada paginya si Muslim memberikan 1000 dinar tersebut kepada fakir miskin, kemudian sampai suatu waktu mereka berjumpa lagi dan si kafir bertanya lagi pada si Muslim perihal uangnya yang 3000 dinar tersebut seraya mengatakan bahwa si kafir telah membeli budak untuk mengurus tanah dan kebunnya seharga 1000 dinar, pada malamnya si Muslim berdoa lagi dengan meminta pelayan di surga dengan harga 1000 dinar dan pada paginya uang tersebut dibagikan kepada kaum miskin, begitu juga pada pertemuan ke tiga kalinya si kafir mengatakan kepada si muslim bahwa ia telah membeli seorang perempuan dengan harga 1000 dinar, kemudian si muslim berdoa pada Allah ingin memberi bidadari di surga dengan 1000 dinar lalu seperti biasa uang tersebut pada pagi hari dibagikannya pada si miskin, dan nanti si muslim tersebut mendapatkan semua yang dibelinya dalam surga dan bernostalgia dengan ahli surga yang lain kemudian meninjau temannya si kafir yang sedang dibakar dalam neraka. Semua ini adalah pilihan kita yang mesti dijawab didunia ini untuk itu Allah telah memberikan pilihan tersebut bagaimana dalam Alquran surat An-Naba’ ayat 37-41 yang artinya “ barang siapa yang melampaui batas  dan mengutamakan kehidupan dunia maka neraka jahimlah tempat kembalinya, dan barang siapa yang takut akan kebesaran tuhannya kemudian menhan nafsu maka surga lah tempat kembalinya

Jadi inilah pilihan tersebut dalam hidup kita yang harus kita jawab sekarang juga “ Apakah kita mau jadi ahli surga atau ahli neraka “ artinya kalau kita ingin memilih menjadi ahli surga maka takutlah kepada Allah dengan melaksanakan segala perintahnya dan meninggalkan segala larangannya kemudian mau menahan hawa nafsu, jika itu tidak dilaksanakan artinya pilihan kita jatuh pada pilihan menjadi ahli neraka.

Kemudian acara bintal di akhiri dengan sambutan KPA. Bengkalis Drs. Faizal Kamil, SH.,MH yang menggaris bawahi isi tausyah tersebut di atas agar dapat dilaksanakan dalam tupoksi dan kehidupan sehari-hari di masyarakat..... Amin. (Tim redaksi)

{jcomments on}