GEMA TAKBIR, TAHLIL DAN TAHMID MENGHALAU DEBU KEMAKSIATAN, KEMUNGKARAN DAN KETIDAK-ADILAN

Natuna I www.pa-natuna.net(29/10)

“Di saat manusia terpesona dan terlena dibuai dan dihanyutkan oleh kenikmatan fatamorgana kehidupan dunia, dikala abad globalisasi meniupkan angin informasi dan perubahan yang membuat manusia hidup dalam mimpi kelezatan dan keindahan, bagaikan laut yang tak bertepi, madu kehidupan yang dihirup manusia, sebenarnya berisikan racun kesengsaraan yang membawa malapetaka diwaktu manusia kehilangan harkat dan martabat sebagai makhluk yang dimuliakan Allah.  Pada saat itulah gema takbir, tahmid dan tahlil berkumandang menyingkirkan suara hiruk pikuk kekufuran, kemusyrikan,  dan kemunafikan serta menghalau debu kemaksiatan, kemungkaran dan ketidak-adilan dari hati orang muslim yang  beriman penuh keikhlasan, dari mulut mukmin yang taat berbakti kepada ilahy”. Demikian cuplikan yang disampaikan oleh KPA Natuna, Drs. H. M. ZAKARIA, MH dalam khutbahnya pada ‘idul Adha 1433 H di Mesjid Agung Natuna jum’at (26/10) dihadiri sekitar 3-4 ribuan umat Islam Natuna merupakan jama’ah hari raya yang membludak tidak tertandingi jumlah dari jama’ah sebelumnya sejak berdirinya mesjid kebanggaan Natuna ini.

Lebih Lanjut KPA Natuna menyampaikan bahwa memang tidak gampang untuk menjadi sosok muttaqin sebenar-benarnya. Lebih-lebih lagi di era teknologi dan globalisasi saat ini, dihadapkan tantangan dan godaan semakin menjamur, pengaruh pola hidup konsumtif dan materialis menjalar dari kota-kota sampai ke desa-desa terpencil, dampaknya banyak manusia sekarang berprinsip hidup untuk hidup ketimbang hidup mempertahankan bekal yang akan dibawa, namun KPA memberi harapan kepada jama’ah bahwa kita tidak perlu khawatir, asal masih memiliki iman dan semangat juang, belum terlambat untuk berbenah diri menyongsong hari esok yang lebih baik, tertama hari esok setelah mati, masih banyak yang bisa kita kerjakan sesuai dengan kemampuan dan profesi serta status sosial kita masing, tandasnya.

Pada ahkir khutbah KPA menyimpulkan bahwa upaya bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, sehingga tercapai derajat taqwa sangat memerlukan semangat juang dan perngorbanan yang luar biasa, baik perjuangan berupa melakukan segala perintah Allah maupun perjuangan melawan segala rintangan dan godaan; baik pengorbanan harta, tenaga, bakan jiwa dan raga. Memang demikian rupanya hukum yang lazim berlaku dalam hidup ini, untuk mendapat sesuatu yang manis tidak jarang orang harus menangis, untuk memperoleh sesuatu yang nikmat kita memang harus memeras keringat, untuk mencapai ridla Allah kita memang harus bekerja keras, sabar dan tabah. Begitulah untuk memasuki pintu syurga yang Allkah telah janjikan kepada orang yang beriman itu, manusia harus berjuang, siap menghadapi berbagai ujian dan cobaan dengan penuh ketabahan dan kesabaran.

Akhirnya setelah selesai bersalam-salaman berdiri sambil berkeliling dengan mengumandangkan takbir, tahmdi dan tahlil bersama, KPA Natuna pamit dan langsung meluncur untuk bersilaturrahmi menuju ke rumah kediaman KPN Ranai memenuhi jamuan makan bersama dengan keluarga besar Pengadilan Negeri Ranai.   

 
{jcomments on}