Tembilahan | pa-tembilahan.go.id

Musibah kebakaran memang kerap melanda warga Tembilahan, setelah terakhir melanda dan menghanguskan sebuah rumah di parit 14 Tembilahan Hilir beberapa waktu lalu, kali ini Minggu (26/10) jam 8.00 pagi sijago merah kembali mengamuk di pemukiman padat penduduk di Gang Cenderawasih I Kelurahan Tembilahan. dikawasan ini api menghanguskan sedikitnya 45 rumah yang kebanyakan terbuat dari papan, tak terkecuali rumah yang dikontrak oleh salah satu hakim Pengadilan Agama Tembilahan Nihayatul Istiqomah, SHI, MH juga ikut ludes terbakar. Dari pantauan tim redaksi rumah yang dikontrak tersebut dan beberapa rumah penduduk disekitarnya sudah rata dengan tanah yang nampak hanyalah onggokan puing puing akibat amukan sijago merah.

Menurut penuturan hakim tersebut, api berasal dari rumah tetangga dan menjalar dengan begitu cepat sehingga tidak sempat menyelamatkan barang barang yang ada dalam rumahnya terkecuali sepeda motor yang memang sudah terparkir diluar rumah, dokumen dokumen penting karena sudah dipisahkan dalam satu tas dan juga laptop, selain itu ikut ludes termakan api. Kawan kawan yang datang dilokasipun tidak dapat berbuat banyak kecuali menyaksikan api mengganas meluluhlantakkan pemukiman padat penduduk tersebut. Untungnya beberapa mobil pemadam kebakaran segera dikerahkan sehingga dapat meminimalisir kebakaran tidak semakin meluas. Akibat kebakaran tersebut keluarga ini ditaksir mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, karena banyak barang barang yang dibawa dari Jakarta ketika penempatan sebagai hakim di Pengadilan Agama Tembilahan.

Karena teman teman sekantor yang datang ke lokasi sudah tidak mungkin lagi dapat membantu menyelamatkan harta bendanya, maka kemudian teman teman berrpencar mencari keberadaan 1 keluarga ini yang terdiri dari suami serta dua orang anaknya yang masih kecil karena dihubungi berkali kali melalui pesawat selulernya tidak aktif, apalagi ketika itu suasana warga juga sedang panik dan masing masing sedang sibuk mengamankan diri dan harta bendanya. setelah dicari kesana kemari ternyata keluarga tersebut telah mengamankan diri di pekarangan warga tidak jauh dari lokasi kebakaran dan dalam keadaan syok, kemudian oleh H.A.Nafi’ Muzaki (Hakim PA. Tembilahan), keluarga ini dibawa ke rumah Ny Saridah (wakil sekretaris Pengadilan Agama Tembilahan)  di Gang Cenderawasih II yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Sebenarnya oleh teman hakim lainnya sudah disarankan agar tidak mengontrak rumah diwilayah pemukiman padat penduduk, untuk menghindari musibah kebakaran yang setiap saat mengancam, namun karena Negara tidak menyediakan fasilitas perumahan bagi hakim khususnya hakim peradilan agama, ditambah sulitnya mencari rumah kontrakan di kota Tembilahan, makanya mau tidak mau  meski rumah kayu di gang padat penduduk menjadi pilihan tempat tinggalnya.

Untuk sementara waktu keluarga ini mengungsi di rumah Wasek PA Tembilahan di Jl Pelajar Tembilahan sambil menenangkan diri dan  menghilangkan rasa trauma, apalagi kedua anaknya masih sering merenung dan tiba tiba meneteskan air matanya, dan itu pula yang menambah kesedihan kedua orang tuanya. Selama di pengungsian baik teman teman dekatnya maupun para hakim PN Tembilahan yang tergabung dalam IKAHI Cabang Tembilahan datang untuk menghibur dan menguatkan hati mereka dan juga memeberikan bantuan yang dibutuhkan untuk meringankan beban penderitaannya. (Tim Redaksi).

{jcomments on}