STUDY BANDING KE MAHKAMAH AGUNG MENYAKSIKAN PERUBAHAN DRASTIS TERJADI  

Natuna I www.pa-natuna.net(13/11)

“Seorang sosok Ketua Pengadilan bukan selamanya harus berada dan mengurus permasalahan intern di satkernya setiap hari tetapi juga harus berkunjung ke luar satkernya baik sesama instansi vertikal,  PTA maupun MA, sekiranya memang penyelesaian masalah dihadapi harus keluar ibaratnya suatu pemimpin pada suatu negara harus berusaha mencari investor ke luar untuk mencari solusi dalam rangka mensejahterakan yang dipimpinnya”. Demikian disampaikan KPA Natuna, Drs. H. M. ZAKARIA, MH  kepada www.pa-natuna. net disaat kembali setelah melaksanakan silaturrahmi selama 4 hari kerja di  Mahkamah Agung R. I. (7 s.d 10/11).

Lebih lanjut KPA Natuna menyampaikan pasca silaturrahminya ke MA, setidak-tidaknya ada beberapa oleh-oleh sebagai bekal untuk menambah wawasannya dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi pada PA Natuna selaku satker  dipimpinnya, diantaranya :

 

1. Sebagai suatu study komparative terhadap perkembangan IT dan pelayanan publik pada Mahkamah yang paling tinggi, paling tidak semakin mendorong untuk pengembangan IT dan peningkatan pelayanan prima dalam wilayah hukum PA Natuna;
2. Menyaksikan secara langsung perkembangan  jama’ah dan pelaksanaan ritual shalat jum’at di mesjid Al Mahkamah di Mahkamah Agung selaku asset warga Peradilan di seluruh Indonesia.
3. Menerima arahan dan petunjuk disamping memberikan masukan kepada Mahkamah Agung tentang bagaimana permasalahan yang dihadapi PA berkedudukan di pulau terluar seperti PA Natuna sehingga Hakim dan pejabat teknis lainnya yang dimutasikan ke daerah terluar bukan suatu yang dapat dijadikan kendala lagi dalam melaksanakan tugas.
4. Menjemput berkas penyelesaian pemutasian kendaraan roda empat merek inova dari wilayah DKI untuk dimutasi dan didaftarkan ke Ranai wilayah Propinsi Kepulauan Riau.  
 

Dalam kunjungan silaturrahmi tersebut,  KPA Natuna secara khusus sempat berdialog dengan beberapa pejabat elite di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia, diantaranya sebagai berikut: 
Pertama : Tuada Uldilag mengenai seputar masalah pelaksanaan tugas di daerah terluar notabene Itsbat Nikah Massal digelar baru digelar KPA Natuna beberapa hari lalu,  beliau banyak memberikan petunjuk dan arahan sambil memberi semangat kepada KPA bahwa “Terus lakukan pengabdian sosial di masyarakat berupa apa saja seperti, penyulkuhan hukum, sidang keliling dan istimewa Istbat Nikah Massal, sambil berargumen : Itsbat Nikah dapat dilaksanakan bahkan sampai ke luar negeri, namun kenapa di dalam negeri kita sendiri tidak bisa dilaksanakan, dengan catatan tentu harusd sesuai koridor syari’at, apalagi bertujuan semata-mata untuk kemaslahatan : perlindungan dan kesejahteraan anak ke depan”.   

Kedua: Selain Tuada uldilag, KPA Natuna juga bersilaturrahmi dengan Kepala Biro Perencanaan MA, dengan menitipkan pesan berharga kepada rekan-rekan di daerah “syukurilah terhadap yang telah dirumuskan oleh para elite kita, jangan menjadi ajang protes dan pemicu timbulnya permasalahan baru, karena hal itu telah menghabiskan waktu dan tenaga dengan perjuangan begitu hebat sampai kepada ditetapkan menjadi perpres Nomor : 94/2012, apabila ada diantara aparat peradilan membuat berita memancing sehingga keonaran baik di face book maupun di internet, maka bisa berakibat fatal (istilah Kabiro digolongkan Kafir, dengan mengancam bahwa apa yang sudah dirumuskan bisa hilang dari peredaran, berhati-hatilah dalam bertindak”.

Ketiga: Terakhir KPA bersilaturrahmi dengan Kepala BUA Mahkamah Agung R.I, dengan meminta petunjuk dan arahan setelah meminta persetujuan KPTA terhadap keinginan masyarakat Islam Natuna untuk didirikan sebuah gedung PA yang refresentatif, keinginan tersebut terwujud dengan telah diserahkannya sertifikat tanah hibah dalam suatu upacara terhormat dari Bupati Natuna ke KPA Natuna sebagai salah satu kado ulang tahun berdirinya Kabupaten Natuna ke-13 pada 12 oktober 2012 lalu. 

{jcomments on}