E K S E P S I 

Gambar: Kanan-ke kiri. KPA. Bengkalis (Drs. Faizal Kmil, SH.,MH), Narasumber (Gita Febrita, S.HI), dan Moderator (Dadi Aryandi, S.Ag)

 

 

Bengkalis||pa-bengkalis.go.id

Diskusi Hukum ke-7 di Pengadilan Agama Bengkalis telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 November 2012. Dengan mengambil tema EKSEPSI, materi diskusi kali ini disampaikan oleh  Gita Febrita, S.HI., salah seorang hakim di PA Bengkalis. Diskusi hukum yang dimoderatori oleh hakim, Dadi Aryandi, S.Ag., ini bertempat di ruang kepaniteraan dan diikuti oleh seluruh unsur pimpinan beserta karyawan-karyawati PA Bengkalis. 

Dalam pembukaannya hakim yang akrab disapa bu Gita ini, menjelaskan bahwa “Dalam konteks hukum acara eksepsi (exeptie/exeption) bermakna tangkisan atau bantahan. Bisa juga diartikan pembelaan yang menyangkut pokok perkara (Pasal 136 HIR, 162 RBg)”. Kemudian beliau juga mengutip  pengertian eksepsi menurut Chatib Rasyid dan Syaifuddin yakni tangkisan atau sanggahan terhadap suatu perkara yang menyatakan bahwa Pengadilan tidak berwenang dalam mengadili perkara tersebut. Selain itu ada juga eksepsi yang diajukan Tergugat dalam  dimuka Pengadilan Agama yang tidak langsung mengenai pokok perkara dan biasa disebut dengan eksepsi relatif.

Selanjutnya Hakim yang mahir kaligrafi ini memaparkan lebih lanjut mengenai jenis-jenis eksepsi menurut Soeparmono sebagai berikut:

1. Eksepsi Prosesual (Processuele Exeptie)

Merupakan eksepsi yang berkenaan dengan syarat formil gugatan. Apabila gugatan yang diajukan mengandung cacat formil maka gugatan yang diajukan tidak sah, dengan demikian harus dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard).

Adapun jenis eksepsi prosesual diantaranya Eksepsi Kompetensi Absolut, Eksepsi Kompetensi Relativ, Eksepsi Nebis in Idem, Eksepsi Error in Persona, Eksepsi Surat Kuasa Khusus Tidak Sah, Eksepsi Obscuur Libel.
 
2. Eksepsi Hukum Materiil
Eksepsi Materiil adalah eksepsi yang diajukan dengan tujuan agar hakim yang memeriksa perkara tersebut tidak melanjutkan pemeriksaannya dengan dalil gugatannya bertentangan dengan hukum perdata. Eksepsi ini didasarkan pada ketentuan Hukum Materiil.
Adapun jenis Eksepsi materiil adalah Dilatoire Exceptie (Eksepsi Dilatoir, yaitu eksepsi yang sifatnya menunda atau menangguhkan) dan Eksepsi Peremtoir (Premtoire Exceptie, eksepsi yang bersifat menyudahi, memutuskan).
 
3. Eksepsi Aan hanging geding
Adalah eksepsi yang diajukan karena perkara yang bersangkutan masih bergantung proses Pengadilan lain.
Gambar: Suasana Diskusi Hukum di ruang Kepaniteraan

 

Acara kemudian berlanjut dengan penjelasan lebih dalam lagi mengenai tujuan eksepsi serta cara mengajukan eksepsi, dan seperti biasa diskusi hukum rutin ini diramaikan dengan sesi tanya jawab. Beberapa hakim memberikan pertanyaan seputar eksepsi yang dijawab langsung oleh penyampai materi dan dibantu juga oleh KPA Bengkalis yang menyampaikan pemikiran dan pengalamannya tentang eksepsi. Tak lupa Waka PA. Bengkalis juga sharing pengalaman beliau  sewaktu bertugas menjadi Hakim di PA. Batu Sangkar.

Acara diskusi hukum diakhiri dengan  pengarahan KPA Drs. Faizal Kamil, SH.,MH., beliau memberikan apresiasi setinggi-tinnginya kepada pemateri dan seluruh peserta diskusi yang telah mensukseskan diskusi hukum bulanan ini dan mengrapkan kontinuitas kegiatan ini kedepannya karena sangat dirasakan sekali manfaatnya dalam menambah pengetahuan dan wawasan bersama.***(Tim Redaksi)

{jcomments on}