Tembilahan | pa-tembilahan.go.id

Sebanyak 445 hakim di lingkungan peradilan agama mendapat mutasi tahap ke II melalui hasil rapat tim promosi mutasi Mahkamah Agung (MA) tanggal 14 September 2012.

Dari daftar nama yang tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Badilag nomor : 1341/DJA/KP.04.05/IX/2012 tanggal 19 September 2012, terdapat nama tiga orang hakim PA Tembilahan, masing masing H. Ahmad Mus’id Yahya Qadir, Lc, MHI dimutaskani ke PA Sekayu wilayah hukum PTA Palembang, M Kamal Syarif, S.Ag, MH ke PA Tanggamus wilayah hukum PTA Lampung dan H.A Nafi Muzakki, S.Ag, MH ke PA Tabanan wilayah hukum PTA Mataram.

Namun Surat Keputusan mutasi ketiga hakim tersebut baru diterima yang bersangkutan pada minggu pertama bulan Nopember. dan setelah SK tersebut diterima serta pekerjaan akhir yang berkaitan dengan tupoksi juga rampung, maka Ketua PA Tembilahan Drs.Muh Nor,MH menggelar acara lepas pisah bagi ketiga hakim tersebut, (Selasa,13/11).

Bertempat di ruang sidang PA Tembilahan, acara lepas pisah digelar sederhana karena hanya dihadiri oleh orang orang dari kalangan intern PA Tembilahan dan beberapa hakim PN Tembilahan. format acarapun juga tergolong biasa karena  hanya berisi kesan pesan dari ketiga orang hakim tersebut, disusul kesan pesan dari waka PA, sepatah kata dari ketua PA kemudian ditutup  dengan do’a.

Kesan pesan senada yang disampaikan ketiga hakim tersebut meliputi tiga hal, kesan selama di PA Tembilahan, halal bil halal dan mohon pamit dan do’a restu. namun yang menjadi  berbeda ketika kesan pesan disampaikan H. Mus’id dengan ekspresi yang serius tetapi lucu sehingga mengundang hadirin untuk tertawa demikian pula H. Nafi Muzakki menyampaikan pesan kesannya dengan semangat tanpa terkesan sedih. lain halnya dengan M Kamal Syarif yang menyampaikan kalimat kesan pesannya dengan sedih bahkan menangis terbata bata, tak ayal hadirinpun dibuat terharu dan sesekali harus mengusap air matanya termasuk Ahmad  Najin S.Ag Hakim yang berharap masuk gerbong mutasi tahap III bulan Nopember ini.

Sedangkan Ketua PA Tembilahan dalam sambutannya  menyampaikan rasa terimakasihnya kepada tiga hakim yang dilepas atas kerjasamanya dalam bersama sama menjalankan tugas pokok sebagai hakim di PA Tembilahan, yang menurut ketua ketiga hakim tersebut cukup menunjukkan sikap integritas dan dedikasi yang tinggi sehingga tugas dan tanggungjawabnya bias terlaksana dengan baik tanpa meninggalkan kesan buruk pada ketiganya. Kepada mereka ketua PA Tembilahan meminta agar PA Tembilahan dijadikan sebagai tonggak pembelajaran, karena dari situlah ketiganya mengawali karirnya sebagai hakim pemula, “ dari Tembilahanlah kalian memimpin sidang, dari Tembilahanlah kalian menjadi mediator,  dari Tembilahanlah kalian belajar memecahkan hukum. Dari situlah kalian dibesarkan, semoga ditempat yang baru kalian akan menjadi orang yang besar. Pinta Ketua.

Do’a yang menjadi penutup acara ini oleh Ahmad Najin, S.Ag diucapkan dengan khidmat, bahkan ia sempat menitipkan pesan kepada ketiga hakim yang menjadi sahabat karibnya ‘’jangan lalaikan membaca’’ karena hakim dianggap pintar (ius curanovit) makanya hakim harus pintar”. Pintanya. Selamat jalan teman temanku.”Jika bukan karena unggas, tidaklah rusak padi di sawah. Kalaulah bukan karena tugas tidaklah kita berpisah". (Tim Redaksi).{jcomments on}