PENYULUHAN HUKUM PERDANA BUK WAKA  DI KOTA TERUBUK

 

Gambar : Dra. Burnalis, MA (Wakil Ketua PA-Bengkalis) Menjadi Narasumber dalam Acara Penyeluhuan Hukum di Kab.Bengkalis

Bengkalis || Pa-Bengkalis.go.idBertempat di Hotel Pantai Marina Kota Bengkalis, Sabtu tanggal 24 November 2012, Dra, Burnalis, M.A. (Wakil Ketua Pengadilan Agama Bengkalis) memberikan penyuluhan hukum dengan Tema :

Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, yang berlangsung sejak tanggal 23 November sampai dengan tanggal 26 November 2012.

Penyuluhan hukum ini merupakan penyuluhan hukum perdana bagi wanita minang ini sejak beliau bertugas di Kota Terubuk, walaupun di tempat tugas sebelumnya beliau sering juga diundang dan diminta menjadi nara sumber atau tenaga penyuluh baik yang diadakan oleh instansi pemerintah maupun organisasi wanita lainnya.

Pagi Sabtu tersebut, dengan persiapan yang agak terburu-buru, karena sehari sebelumnya baru kembali dari Pekanbaru menghadiri seminar dan resepsi Ulang Tahun PTA Pekanbaru,  wanita yang biasa dipanggil buk waka ini agak merasa kecewa, karena panitia dalam surat undangannya tidak mencantumkan tempat acara tersebut dilangsungkan, sehingga agak memakan waktu untuk mencari tahu dimana acara tersebut diselenggarakan.

Walaupun dengan kondisi yang demikian, menurut Ardy salah seorang operator Pengadilan Agama Bengkalis yang ikut mendampingi narasumber saat itu sempat memberikan komentar :“mantap buk, sama semangatnya dengan komandan “, banyak yang bertanya, bahkan bertubi-tubi pertanyaan dihadapkan kepada wanita gesit dan energik ini.

Pertanyaan itu muncul sebahagian besar dari Kepala Kantor Urusan Agama se Kabupaten Bengkalis dan satu orang dari wanita yang merupakan Penyuluh Agama Kecamatan, bahkan setelah sampai di rumah sang penyuluh ini masih dihujani dengan pertanyan via telpon karena tidak mendapatkan kesempatan saat acara berlangsung.

Dari beberapa pertanyaan yang dihadapkan, dapat memuaskan para peserta yang hadir saat itu hal ini ditandai dengan mengacungkan jempol dan mengeluarkan kata- kata oke atas jawaban yang diberikan oleh nara sumbernya saat itu.

Salah satu pertanyaan yang belum ditemui beliau selama menjadi nara sumber adalah pertanyaan yang muncul dari kepala KUA di daerah Pinggir, yakni bagaimana status cerai yang dilaksanakan oleh suku Akik (China) yang sebelumnya mereka belum mempunyai agama (Atheisme), setelah muaalaf dia ingin kawin secara Islam, bagaimana statusnya secara hukum ? perjakakah atau duda ? lantas dengan tangkas dijawab oleh nara sumber tersebut, statusnya tetap duda tapi diberi keterangan baru muaallaf sejak tanggal…., dengan arti kata orang tersebut belum mukallaf dan belum dapat dibebani hukum, kecuali hukum adat setempat yang berlaku sebelumnya.

Pertanyaan lain banyak juga muncul, antara lain masalah wali  nikah terhadap anak perempuan yang lahir di luar nikah, pengangkatan anak secara Islam, status anak dalam pernikahan yang tidak sah, penyebutan bin/binti si anak di dalam ijazah dan lain-lain sebagainya.

Semoga dengan penyuluhan hukum ini membawa pencerahan kepada masyarakat banyak, amin ….. selamat berjuang……!!!!!! Tim Redaksi…..

{jcomments on}