Bengkalis||www.pa-bengkalis.go.id

Kamis (03/10/2019) “Pemeriksaan Setempat atau descente ialah pemeriksaan mengenai perkara oleh Hakim karena jabatannya yang dilakukan di luar gedung tempat kedudukan pengadilan, agar Hakim melihat sendiri gambaran atau keterangan yang memberi kepastian tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi sengketa.” Pengadilan Agama Bengkalis melaksanakan sidang Pemeriksaan Setempat (Descente) diwilayah hukum Pengadilan Agama Bengkalis. Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat tersebut, berjalan sesuai dengan ketentuan Pasal 180 R.Bg. jo SEMA Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pemeriksaan Setempat.

Pemeriksaan Setempat dilakukan terhadap sejumlah objek sengketa dalam perkara Harta Bersama Nomor 0150/Pdt.G/2019/PA.Bkls yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Bengkalis tanggal 19 Maret 2019. Setelah melakukan berbagai persiapan, sekitar pukul 10.00 WIB. Pemeriksaan Setempat ini dilaksanakan oleh Tim Pemeriksaan Setempat Pengadilan Agama Bengkalis yang dipimpin langsung oleh Ketua PA Bengkalis, Khoiriyah Roihan, S.Ag., M.H., selaku Hakim Ketua, dibantu oleh Muhammad Kadafi Bashori, S.H.I dan Darman Harun, SH selaku Hakim Anggota. Drs. Zulkifli, S.H., M.H.selaku Panitera, Idham Khalid, S.E.Sy., selaku Juru Sita dan dibantu oleh Helmi Cendra, S.H., MH selaku Panmud Gugatan.

Sidang tersebut dihadiri oleh Penggugat dan Tergugat, selain itu hadir juga di lokasi sidang Pemeriksaan Setempat Kepala Desa Air Jamban, Anggota BPN, BRI, Ketua RT dan RW Kecamatan Mandau. Setelah menyampaikan maksud kedatangan tim dan membuka sidang, Majelis Hakim langsung menuju obyek sengketa yang terdiri dari sebidang tanah dan Usaha kolam renang yang terletak di satu tempat di Desa Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang jaraknya kurang lebih sekitar 180 km dari kantor Pengadilan Agama Bengkalis yang untuk sampai ke lokasi tersebut diperlukan waktu sekitar kurang lebih 4 jam karena harus menyeberang laut/ selat Bengkalis.

Kemudian Tim langsung melakukan pengukuran sebidang tanah yang menjadi obyek sengketa tersebut untuk mengetahui luas tanah yang sebenarnya dan mengecek batas-batasnya, dilanjutkan dengan mengukur luas kolam renang. Meskipun pemeriksaan setempat bukan alat bukti sebagaimana Pasal 164 HIR, tetapi oleh karena tujuannya agar hakim memperoleh kepastian peristiwa yang disengketakan, maka fungsi pemeriksaan setempat hakekatnya adalah sebagai alat bukti. Kekuatan pembuktiannya sendiri diserahkan kepada hakim. Setelah berlangsung dengan aman dan tertib selama lebih kurang 2 jam dan dirasa cukup, maka Majelis Hakim menutup sidang Pemeriksaan Setempat pada hari itu.

Sidang pemeriksaan setempat (Descente) adalah termasuk tahapan persidangan, Majelis Hakim akan turun kelapangan untuk melihat secara langsung kondisi (riil) terhadap objek sengketa, apakah objek sengketa yang terungkap dipersidangan sesuai dengan kondisi (riil) dilapangan, jangan sampai putusan Pengadilan Agama Bengkalis yang dihasilkan akhirnya nanti non executable (eksekusi yang tidak dapat dijalankan).

 

***(Tim Redaksi PA Bengkalis)***