Bengkalis||www.pa-bengkalis.go.id

Rabu (23/10/19) Bertempat di ruang aula Umar bin Khatab lantai 2, sekitar pukul 09.30 WIB, Pengadilan Agama Bengkalis kembali laksanakan Coffee Morning sampaikan hasil sosialisasi 9 aplikasi inovasi peradilan agama di PTA Pekanbaru, yang diikuti oleh Tim IT Pengadilan Agama Bengkalis diwakili oleh Slamet Firdaus, S.Akun., dan Masudi, A.Md.Kom., pada tanggal 15 s.d 17 Oktober 2019. 9 aplikasi yang baru saja diluncurkan oleh Dirjen Badilag pada tanggal 18 September 2019, tim pengembang aplikasi tersebut langsung melakukan sosialisasi ke seluruh satker di wilayah hukum PTA Pekanbaru.

Selain penyampaian hasil sosialisasi 9 aplikasi tersebut, langsung disertai DDTK kepada petugas yang telah ditentukan, dan seluruh pegawai pengadilan Agama Bengkalis mengikuti DDTK tersebut serius tapi santai, sembari menikmati coffee dan snack.

Himbauan Dirjen Badilag bahwa pada tanggal 1 November 2019, 9 aplikasi ini harus sudah diimplementasikan oleh seluruh peradilan agama, dan pada tanggal 25 November 2019 Dirjen Badilag akan melakukan monitoring dan evaluasi, dan untuk satker yang tidak menerapkan 9 aplikasi ini tentu akan ada konsekuensinya.

9 aplikasi Inovasi Ditjen Badilag ini secara resmi diluncurkan oleh Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H., di Jakarta pada tanggal 19 September 2019 lalu. Kesembilan aplikasi sebagai  pendukung e-litigasi tersebut yaitu :

  1. Aplikasi Notifikasi Perkara, Manfaat aplikasi ini adalah pihak berperkara akan diingatkan oleh sistem tentang perkara yang dihadapinya, sehingga pihak berperkara dapat mempersiapkan diri sebelumnya.
  2. Aplikasi Informasi Perkara dan Informasi Produk, memberikan informasi kepada pihak berperkara secara real time dan ter-update terkait perkembangan dan status terakhir dari perkara kepada pihak berperkara.
  3. Aplikasi Antrian Sidang, memberikan kepastian waktu layanan sidang di pengadilan agama, pihak berperkara dapat secara online menentukan sendiri jadwal sidangnya. Sehingga diharapkan tidak terjadi penumpukan para pihak yang datang di pengadilan Agama.
  4. Aplikasi Verifikasi Data Kemiskinan (Kerjasama dengan AIPJ & TNP2K), memberi kemudahan bagi masyarakat tidak mampu untuk berperkara secara prodeo di Pengadilan Agama, cara kerja aplikasi ini adalah cukup dengan menginput Nomor Induk Kependudukan untuk mengetahui data kemiskinan yang bersangkutan. Data ini diperoleh dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
  5. Command Center Badilag, Manfaat dari Commad Center ini adalah : Data center management, Memberikan bantuan kepada tenaga teknis dan non-teknis pengadilan agama di seluruh Indonesia melalui pembinaan dan kuliah umum dengan cara teleconfrence terhadap permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan Tupoksi.
  6. Aplikasi e-Eksaminasi, sebagai bahan penilaian terhadap penilaian hukum formil dan materiil kepada hakim dalam menerapkan tugas pokok dan fungsinya menyelesaikan perkara.
  7. Aplikasi PNBP, membantu pencatatan PNBP secara elektronik yang terintegrasi dengan SIPP.
  8. e-Register Perkara, Merupakan register perkara elektronik yang memudahkan pencatatan dan akurasi data yang bersumber dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).
  9. e-Keuangan Perkara, Merupakan Jurnal Keuangan Perkara elektronik yang memudahkan pencatatan dan akurasi data yang bersumber dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).

Semoga dengan adanya kegiatan penyampaian hasil sosialisasi dan DDTK 9 Aplikasi Inovasi Badilag ini, Pengadilan Agama Bengkalis mampu menerapkan aplikasi-aplikasi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Semoga aplikasi ini bisa mempermudah dan mempercepat proses pelayanan sehingga peradilan modern dan pelayanan prima untuk masyarakat pencari keadilan dapat terwujud.

***(Tim Redaksi PA Bengkalis)***