Jumat, 8 November 2019 M bersamaan dengan 11 Rabi’ul Awal 1441 H, Ketua Pengadilan Agama Pekanbaru Klas I.A  Drs. H. Darmansyah Hasibuan, S.H., M.H mengadakan rapat mensosialisasikan Surat Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru Nomor W4-A/2309/HK.00/10/2019, tanggal 4 November 2019 perihal Sosialisasi Peraturan. Rapat dihadiri Hakim dan Aparatur di Lingkungan Pengadilan Agama Pekanbaru termasuk Tenaga Kontrak, Ketua didampingi oleh Panitera Bapak M. Yasir Nasution, M.A dan Seketaris Bapak Samsir Toona. S.H.I. Rapat di adakan di ruang Muaz bin Jabal (Ruang sidang I) pukul 14.00 WIB, dan dibuka oleh Panitera dengan membacakan 3 agenda rapat yang akan disosialisasikan yaitu:

  1. Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Cuti bagi Hakim dan Aparatur Di Lingkungan MARI dan Badan Peradilan Dibawahnya dan Surat Dirjen Badilag Nomor 4732/DJA/KP.03.2/X/2019 tanggal 9 Oktober 2019.
  1. Surat KEputusan Mahkamah Agung RI Nomor 475/SEK/SK/VII/2019 tentang Pedoman Manajemen Risiko Dilingkungan Mahkamah Agung RI dan Badan Peradilan di bawahnya.
  2. Surat Dirjen Badilag Nomor 5374/DJA/HM.01/X/2019 tentang Implementasi e-Litigation di Lingkungan Peradilan Agama.

  

Setelah Panitera selesai membacakan agenda rapat dilanjutkan oleh Ketua untuk memimpin rapat dengan menjelaskan agenda rapat secara berutan:

  • Bahwa izin cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cuti melahirkan, cuti karena alasan penting bagi hakim dan aparatur Pengadilan selama ini di keluarkan dan ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Agama itu sendiri berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung RI BAHWA Cuti Tahunan, Cuti Besar, Cuti Sakit, Cuti Melahirkan,dan Cuti Alasan Penting bagi Hakim dan Aparatur Pengadilan Tingkat pertama yang akan dijalankan di Luar Negeri di berikan atas persetujuan Ketua Tingkat Pertama selanjutnya di teruskan ke oleh Ketua ke Tingkat Banding, Ketua menekankan bahwa sebelum keluar surat izin cuti ketua/atasan tidak boleh mengeluarkan surat cuti ini berlaku untuk Hakim dan Aparatur Pengadilan Agama Pekanbaru.
  • Selanjutnya tentang Manajemen Resiko Ketua mengatakan bahwa kita akan membentuk Tim untuk menangani Manajemen Resiko, sebelum dibentuknya tim Ketua menjelaskan pengertian manajemen resiko, tujuan dari manejemen Resiko, dan penyebab terjadinya resiko, Ketua berharap agar kita semua bisa memahaminya.
  • Tentang e-Litigation Panitera menguraikan e-Litigation itu bila kedua belah pihak hadir yang didampingi oleh Kuasa sebagai pengguna terdaftar maka harus dibuat persetujuan persidangan elektronik dan ditandatangan oleh masing – masing kuasa dan majelis, selanjutnya majelis menambahkan Kuasa Tergugat sebagai pengguna terdaftar di aplikasi e-Court. Persidangan elektronik itu harus di mulai dari tahap jawaban di mana pihak Tergugat sudah harus meng-upload jawabannya ke aplikasi e-court paling lambat satu hari sebelum persidangan, kemudian dapat menunda dan membaca terlebih dahulu sebelum memverifikasi jawaban tersebut, supaya dapat dibaca dan di pindai oleh penggugat, pada tahap replik dan duplik sama prosesnya  dengan dengan tahap jawaban, untuk pemeriksaan bukti – bukti para pihak harus hadir di persidangan. pada tahap kesimpulan masing – masing pihak juga mengunggah ke aplikasi e-court sidang pembacaan putusan sendiri para pihak tidak perlu hadir dan salinan putusan akan di unggah oelh majelis ke aplikasi e-court yang dapat dibaca dan di pindai oleh pihak

   

Setelah selesai panitera menguraikan dari proses persidangan e-Litigation, sebelum menutup sosialisasi Ketua menegaskan untuk menyusun Court kalender terlebih dahulu agar tahapan – tahapan persidangan tersebut di patuhi oleh para pihak sehingga perkara dapat di putus tepat waktu.