Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H. melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan bagi jajaran peradilan tingkat banding dan tingkat pertama pada tiga lingkungan peradilan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Ruang Sidang Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H. Pengadilan Tinggi Riau.
Kegiatan pembinaan dan pengawasan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru secara langsung, yaitu Ketua, Wakil Ketua, Panitera, dan Sekretaris PTA Pekanbaru. Sementara itu, para Hakim Tinggi, Panitera Pengganti, serta aparatur PTA Pekanbaru lainnya mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting yang bertempat di Ruang H. Busthanul Arifin PTA Pekanbaru.

Dalam kegiatan pembinaan tersebut, Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung RI Prof. Dr. Yanto, S.H., M.H. menyampaikan berbagai arahan, pemikiran, serta pengetahuan terkait pelaksanaan tugas pokok dan fungsi aparatur peradilan. Beliau menekankan pentingnya setiap aparatur menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Dalam arahannya, Ketua Muda Pengawasan mengingatkan bahwa profesi hakim memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan. Setiap putusan yang dijatuhkan oleh seorang hakim tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum semata, tetapi juga menyangkut harapan masyarakat terhadap terwujudnya keadilan yang objektif, adil, dan berkeadaban.
Dalam pembinaan tersebut, turut disampaikan kembali 7 (tujuh) pesan Ketua Mahkamah Agung RI pada peringatan HUT ke-73 Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) Tahun 2026 dengan tema “Hakim Terpercaya, Rakyat Sejahtera”. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh hakim untuk senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama dalam menjalankan kekuasaan kehakiman.
Ketujuh pesan tersebut menekankan pentingnya membangun sosok hakim yang terpercaya melalui integritas moral, independensi, imparsialitas, profesionalitas, kompetensi, akuntabilitas, dan transparansi. Selain itu, para hakim juga diingatkan untuk menerapkan pendekatan humanisme yudisial dalam setiap proses peradilan, sehingga putusan yang dihasilkan tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga mencerminkan nilai keadilan yang hidup di tengah masyarakat.
Penyampaian kembali pesan tersebut menjadi penguatan bagi seluruh jajaran peradilan agar terus meningkatkan integritas, profesionalitas, dan kualitas kinerja, sehingga terwujud badan peradilan yang bersih, modern, berwibawa, serta semakin dipercaya oleh masyarakat.
Melalui kegiatan pembinaan dan pengawasan ini diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan integritas, kualitas, dan profesionalitas aparatur peradilan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Pengadilan yang bersih, profesional, dan berintegritas membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan sebagai salah satu upaya untuk menjaga marwah lembaga peradilan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Lebih lanjut, pembinaan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan prima. Dengan penerapan nilai-nilai tersebut, seluruh aparatur peradilan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat pencari keadilan serta mendukung terwujudnya badan peradilan yang agung.
Kegiatan pembinaan dan pengawasan tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan peradilan dan mewujudkan peradilan yang modern, berintegritas, serta dipercaya oleh masyarakat.

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

