Ujung Tanjung —07/09/2026. Pengadilan Agama Ujung Tanjung kembali menggelar kegiatan Bimbingan Mental (Bintal) bagi seluruh aparatur peradilan. Kegiatan spiritual yang rutin dilaksanakan ini bertempat di Mushola Al-Inayah Pengadilan Agama Ujung Tanjung dan diikuti dengan khidmat oleh para hakim, pejabat struktural maupun fungsional, pegawai, serta PPPK.

Bintal kali ini diisi oleh Sekretaris Pengadilan Agama Ujung Tanjung sebagai pemateri utama. Dalam tausiyah dan pembinaannya, beliau mengangkat tema yang sangat krusial dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja profesional, yakni "Mendahului Adab

Dalam pemaparannya, Sekretaris PA Ujung Tanjung menekankan bahwa adab dan akhlak mulia menempati posisi yang jauh lebih tinggi dan utama dibandingkan sekadar kecerdasan intelektual atau tingginya tingkat pendidikan formal. Seseorang yang memiliki ilmu tinggi tanpa dibarengi dengan adab yang baik akan kehilangan arah dan integritas dalam menjalankan tugasnya, termasuk dalam memberikan pelayanan publik di lingkungan peradilan.

"Ilmu itu sangat penting, tetapi adab berada jauh di atas segalanya. Dalam Islam, para ulama terdahulu bahkan mendahulukan mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu. Di instansi kita, adab tercermin dari bagaimana cara kita menghormati pimpinan, menghargai rekan kerja, menjaga tutur kata, serta menjunjung tinggi etika birokrasi dan integritas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan," tegas beliau di hadapan para jamaah Mushola Al-Inayah.

Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi dan predikat Zona Integritas tidak akan berdampak maksimal apabila tidak didasari oleh keluhuran akhlak aparatur yang menjalankannya. Disiplin, ketulusan dalam melayani, serta sikap saling menghargai antarsesama pegawai adalah wujud nyata dari pengamalan adab di tempat kerja.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ؟ فَقَالَ: «التَّقْوَى وَحُسْنُ الْخُلُقِ» (رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح، والحاكم وصححه الذهبي)

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan manusia ke surga. Beliau menjawab: "Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik." (HR. Tirmidzi, beliau berkata: Hadis Hasan Sahih; dan HR. Hakim, disahihkan oleh Adz-Dzahabi).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا، وَكَانَ يَقُولُ: «إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا» (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Nabi sallallahu 'alaihi wa sallam bukanlah seorang yang keji, tidak pula suka berbuat keji. Beliau biasa bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Bukhari dan Muslim).