Tembilahan – Pengadilan Agama Tembilahan Kelas 1 B melaksanakan kegiatan Bimbingan Mental (Bimtal) pada Selasa, 6 Oktober 2026, bertempat di Musholla Al-Yamin Pengadilan Agama Tembilahan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tembilahan.

Kegiatan Bimtal disampaikan oleh Amry Saputra, S.H., dengan H. Zulfikri, S.H.I. bertindak sebagai moderator. Kegiatan ini merupakan salah satu sarana pembinaan mental dan spiritual bagi aparatur Pengadilan Agama Tembilahan, sekaligus sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan, rasa syukur, serta kedisiplinan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Dalam penyampaian materinya, Amry Saputra, S.H. mengawali tausiyah dengan mengingatkan pentingnya senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan. Rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga dengan menjalankan amanah dan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Sebagai aparatur, setiap nikmat yang diterima hendaknya menjadi dorongan untuk semakin bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Selain itu, disampaikan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan. Rasulullah SAW merupakan teladan dalam kehidupan maupun dalam menjalankan ajaran agama. Dalam materi tersebut juga disampaikan bahwa Al-Qur'an banyak memuat kisah-kisah yang dapat menjadi pelajaran dan bahan renungan bagi manusia.

Salah satu kisah yang disampaikan adalah kisah seorang pemuda yang sedang menuntut ilmu dan tanpa sengaja memakan buah apel yang bukan miliknya. Setelah menyadari kesalahannya, pemuda tersebut berusaha mencari pemilik apel untuk meminta maaf dan mendapatkan keikhlasan. Kisah tersebut memberikan pelajaran mengenai pentingnya kehati-hatian, menjaga hak orang lain, serta kesungguhan dalam memperbaiki kesalahan.

Dalam kisah tersebut juga disampaikan makna menjaga anggota tubuh dari hal-hal yang tidak baik. Sosok perempuan yang disebut buta, tuli, bisu, dan lumpuh dimaknai bahwa ia tidak pernah menggunakan matanya untuk melihat hal-hal yang tidak baik, tidak mendengarkan sesuatu yang buruk, tidak mengucapkan perkataan yang tidak baik, serta tidak melangkahkan kakinya ke tempat yang tidak baik.

Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari. Setiap pegawai telah mengetahui tugas pokok dan fungsi masing-masing, termasuk ketentuan mengenai jam masuk, jam istirahat, dan jam pulang. Karena itu, kedisiplinan merupakan bagian penting dari tanggung jawab aparatur dalam melaksanakan tugas.

Dalam tausiyahnya juga ditekankan pentingnya memperbaiki kesalahan dengan melakukan kebaikan. Kesalahan yang berkaitan dengan sesama manusia maupun hak orang lain perlu diselesaikan dengan cara yang baik. Pesan tersebut sejalan dengan hadis yang disampaikan, yaitu agar senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dan mengiringi kesalahan dengan kebaikan sehingga kebaikan tersebut dapat menjadi jalan untuk menghapus kesalahan.

Melalui kegiatan Bimtal ini, seluruh keluarga besar Pengadilan Agama Tembilahan diharapkan dapat mengambil hikmah dari materi yang disampaikan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas kedinasan. Ketakwaan, rasa syukur, kehati-hatian, kedisiplinan, dan tanggung jawab diharapkan senantiasa menjadi landasan dalam menjalankan amanah sebagai aparatur peradilan.

Kegiatan Bimtal berlangsung dengan khidmat dan ditutup dengan doa serta salam. Dengan adanya kegiatan pembinaan secara berkelanjutan, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Tembilahan semakin mampu meningkatkan kualitas diri, menjaga kedisiplinan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.