Dumai | www.pa-dumai.go.id

Bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Dumai Kelas IA, hadir Ketua PA Dumai Dra. Hj. Rukiah Sari, S.H bersama Ketua PN Dumai Hendri Tobing, S.H.,M.H, didampingi Waka beserta Para Hakim PA & PN Dumai untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) ke-68 serta silaturahmi nasional dengan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI dan para pimpinan IKAHI secara virtual. Acara ini juga diikuti oleh seluruh Pengurus Pusat (PP) IKAHI, Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Cabang (PC) IKAHI di seluruh Indonesia.

Dimulai pukul 08.00, acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne dan Mars IKAHI, kemudian Laporan Ketua Panitia HUT IKAHI Dr. Sofyan Sitompul., S.H., M.H, dan sambutan Ketua Umum PP IKAHI Dr. H. Suhadi, S.H., M.H.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H, sekaligus membuka acara HUT dan Silaturahmi Nasional IKAHI secara virtual ditandai dengan pemotongan tumpeng diiringi lagu ulang tahun.

Dalam sambutannya, Bapak Ketua MA RI menyampaikan 7 pesan penting untuk para anggota IKAHI, yaitu:

  1. Sesama hakim harus senantiasa saling mengingatkan satu sama lain, agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan lembaga.
  2. Hakim harus berhati-hati dalam mengekspresikan pikiran, ucapan, dan tindakan di media sosial.
  3. Hakim tidak perlu ikut beropini dan memberikan pendapat di media sosial terhadap kondisi sosial atau peristiwa hukum yang terjadi di masyarakat, karena bukan tidak mungkin peristiwa tersebut suatu saat akan menjadi perkara di pengadilan.
  4. Apa yang diunggah di media sosial akan menjadi milik publik dan publik berhak untuk menilai apapun tentang apa yang dipublikasikan.
  5. Hakim harus memiliki akhlak dan perilaku yang lebih baik dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya, karena hamim adalah orang-orang yang dipilih untuk mengemban tugas dan jabatan sebagai Wakil Tuhan di dunia.
  6. Panggilan "Yang Mulia" bukan untuk dibangga-banggakan, melainkan harus menjadi pengingat bahwa kemuliaan dari jabatan hakim tidak diukur dari kewenangan dan kekuasaan yang besar, melainkan dari sikap dan perilaku.
  7. Seorang hakim harus membiasakan diri untuk tidak mengatakan semua yang dipikirkannya, jika itu akan menimbulkan gangguan bagi kemandirian hakim yang lain.

Semoga dengan telah dilaksanakannya Kegiatan Acara Puncak HUT ke-68 IKAHI Tahun 2021 dan Silaturrahmi Nasional dengan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia ini, seluruh anggota IKAHI di Indonesia semakin solid dalam mengawal dan mewujudkan modernisasi Peradilan di Era Pandemi Covid-19 Menuju Peradilan Yang Agung".

***(Tim Redaksi PA Dumai)***