Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Mengawali aktivitas setelah apel pagi pada Senin pagi, 31 Agustus 2026, seluruh personel Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru mengikuti kegiatan Pembinaan Mental yang dilaksanakan di Ruang H. Busthanul Arifin PTA Pekanbaru. Kegiatan tersebut disampaikan oleh Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, Drs. H. Hudri, M.H.

Dalam pembinaan tersebut, Drs. H. Hudri, M.H. mengangkat tema tentang pentingnya kejujuran dalam kehidupan. Bahwa insan harus memagari kehidupan dengan kejujuran dan senantiasa menjaga lisan dalam setiap perkataan.

Beliau menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberikan perhatian yang sangat besar terhadap adab dan etika dalam bertutur kata. Allah SWT mengajarkan umat manusia untuk menyampaikan perkataan yang benar, perkataan yang baik, perkataan yang lemah lembut, perkataan yang mulia, serta perkataan yang tepat dan efektif.

Melalui berbagai contoh dan kisah yang terdapat dalam ajaran Islam, beliau mengingatkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun terkadang tidak mudah untuk diucapkan. Sebaliknya, kebohongan dapat membawa seseorang pada kebohongan-kebohongan berikutnya.

Beliau menjelaskan bahwa apabila seseorang berdusta satu kali, maka kebohongan tersebut sering kali akan diikuti dengan kebohongan berikutnya untuk menutupi dusta yang telah dilakukan sebelumnya. Jika tidak segera dihentikan, kebohongan dapat terus berlanjut dan menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan yang semakin jauh dari nilai-nilai kejujuran.

Beliau juga mengingatkan tentang dahsyatnya akibat kebohongan. Kisah Nabi Adam AS yang diturunkan dari surga menjadi salah satu pelajaran penting tentang bagaimana tipu daya dan kebohongan dapat membawa dampak yang besar dalam kehidupan manusia.

Berkata bohong merupakan salah satu perbuatan tercela dan termasuk dosa besar yang harus dijauhi. Bahkan, dalam menjalankan ibadah puasa, seseorang tidak hanya dituntut untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus menjaga perkataan dan perbuatannya agar tidak mengurangi nilai serta pahala ibadah yang dijalankan.

Melalui pembinaan mental ini, seluruh personel PTA Pekanbaru diharapkan semakin memahami pentingnya menjadikan kejujuran sebagai prinsip dalam menjalankan kehidupan, baik dalam lingkungan keluarga, kehidupan bermasyarakat, maupun dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur peradilan.

Semoga melalui pembinaan mental yang dilaksanakan secara rutin ini, seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru dapat semakin memperkuat keimanan dan integritas, menjaga kejujuran dalam setiap perkataan dan perbuatan, serta senantiasa menjadi pribadi yang amanah dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.