Oleh : Laela Mubarokah, S.Ag

Penata Layanan Operasional PA Pekanbaru

 

A. PENDAHULUAN

Menjaga integritas dalam setiap langkah adalah kunci untuk membangun reputasi yang baik dan mencapai kesuksesan jangka panjang. Integritas, yang mencakup kejujuran, konsistensi, dan prinsip yang kuat, menjadi dasar dalam setiap tindakan dan keputusan. Setiap ASN (Aparatur Sipil Negara) harus memiliki integritas karena fitrah relasional dengan dengan standar norma, hukum, dan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi. Untuk mewujudkannya, ASN harus menyegarkan kembali pemahaman tentang tugas pokok, fungsi, peran, dan kewajibannya. Fitrah relasional ini, meski dapat dilihat sebagai wujud stereotipikal, adalah semacam "khittah" ASN untuk taat kode etik ASN, disiplin dalam bekerja, mempunyai target kinerja yang jelas, berdedikasi, membangun loyalitas dan berkomitmen dalam pelayanan publik tanpa KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Langkah penting untuk mewujudkan ASN berintegritas antara lain menghindari konflik kepentingan, menolak gratifikasi, melakukan dan menuntaskan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dan bertekad tidak mau jadi korban tindak pidana korupsi.Konsep idealitas tersebut jelas membutuhkan langkah dan kerja bersama. Langkahlangkah dalam menerapkan integritas kepemimpinan ASN dapat ditempuh dengan beberapa tindakan.

Pertama, mengkombinasikan konsep “tone at the top” dengan penguatan di setiap kepemimpinan dalam suatu organisasi. Teladan yang kuat dari pimpinan diharapkan menjadi tekanan dan daya dorong ke bawah dengan kuat.

Kedua, membangun role model melalui program mentoring dan coaching yang berkelanjutan. Perubahan kebijakan dengan alih fungsi jabatan menjadi jabatan fungsional (penyederhanaan birokrasi) harus melahirkan kolaborasi dan kerja sama konstruktif yang saling menghargai dan mengisi satu sama lain.

Ketiga, menjadikan integritas sebagai salah satu kriteria dalam perekrutan, promosi, dan penilaian kinerja. Hal ini diharapkan mampu mewujudkan derajat ASN yang menjunjung integritas dalam semua lini tugas yang diemban.

Pada akhirnya, langkah untuk bangkit dengan menyemai idealitas tersebut adalah sebuah kolaborasi dan kesediaan untuk meneguhkan nilai Pancasila yang mengiringi. ASN mampu untuk bangkit bergerak bersama nilai-nilai Pancasila.

B. PEMBAHASAN

1. Pentingnya Integritas dalam Berbagai Aspek Kehidupan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan atau kejujuran.Mengutip dari kamus kompetensi perilaku KPK, integritas artinya bertindak secara konsisten antara apa yang dikatakan dengan tingkah lakunya sesuai nilai-nilai yang dianut (nilai-nilai dapat berasal dari nilai kode etik di tempat dia bekerja, nilai masyarakat atau nilai moral pribadi).Integritas adalah keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan tindakan yang baik serta benar.Rasulullah SAW senantiasa menunjukkan sifat shiddiq, yaitu keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan tindakan yang merupakan ciri khas beliau.Hati berhubungan dengan iman, pikiran berhubungan dengan ilmu, sementara perkataan dan perbuatan berhubungan dengan amal soleh.

Integritas dimulai dari hati (qalbu). Ketika hati dipandu oleh iman bahwa Allah SWT selalu mengawasi kita, mencatat setiap amal kita, dan akan meminta pertanggungjawaban kita di akhirat, maka dari keyakinan ini lahir pikiran yang positif, ucapan yang jujur, dan tindakan yang sesuai dengan aturan.Integritas hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan Rasulullah SAW adalah kunci kesuksesan dakwah beliau. Keberhasilan dakwah Rasulullah SAW adalah hasil dari integritas yang beliau miliki.

Integritas ini tidak hanya menunjukkan konsistensi antara apa yang beliau ucapkan dan lakukan, tetapi juga mencerminkan dedikasi dan komitmen beliau terhadap kebenaran dan keadilan, yang akhirnya menginspirasi dan mempengaruhi banyak orang.Dengan menjaga integritas dalam setiap langkah, individu dapat memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Integritas bukan hanya sekadar nilai, tetapi juga tindakan nyata yang perlu terus dipupuk dan dijaga. 

Integritas menjadi titik penting untuk berangkat menuju tujuan akhir dari visi dan misi yang diemban organisasi. Integritas pula yang mampu meneguhkan diri untuk tetap bangkit dengan keyakinan akan nilai kebaikan di tengah keterbatasan dan kesulitan.

Dalam relasi demikian, ASN bukan hanya merupakan pihak yang berkewajiban melaksanakan peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah dengan segala turunannya, namun ASN juga adalah figur yang diharapkan mampu memberi teladan untuk bangkit dari keterpurukan akibat kondisi pandemik dengan panduan arah kebijakan yang dijalankan pemerintah.

Kedua nilai dasar identitas asli ASN yang sesuai dengan sumpah dan kode etik ASN, setiap ASN harus memiliki integritas agar tertanam keteguhan hati dan konsisten dalam menjunjung tinggi nilai keyakinan. Hal demikian menjadi penting karena integritas adalah keselarasan pikiran, perkataan, dan perbuatan dengan standar norma, hukum dan nilai-nilai yang berlaku. Bagi ASN, integritas adalah identitas yang melekat dalam kesehariannya karena memang disumpah untuk memegang teguh integritas.Perspektif demikian sejalan dengan nilai yang dikandung pada Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang merupakan momen yang harus diikuti semua ASN tiap tahunnya. Dalam kaitan demikian, tepat pula rasanya untuk upaya kontekstualisasi Ikrar tersebut agar tidak hanya menjadi sebatas ikrar itu sendiri yang dibacakan dan diikuti beramai-ramai.

Di luar kewajiban untuk memperkuat dan meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa, sesuai dengan ikrar tersebut, seorang ASN bertekad untuk "di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Namun demikian, tidak ada gading yang tidak retak, begitu pun konstruksi idealitas mengenai integritas ASN ini. Pada realitasnya, masih banyak kesenjangan yang terjadi dalam keseharian dunia kerja ASN. Masih banyak ditemui ASN yang kurang disiplin, asal mengisi absen, tidak terampil, gaji ingin naik tapi kerja lamban, pulang kantor lebih cepat, dan masih banyak juga yang Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Kita perlu memahami pentingnya integritas dalam bekerja dan bagaimana cara menerapkannya. Berikut adalah beberapa cara menerapkan integritas saat bekerja:

a. Selalu siap bekerja, ketika atasan memberikan tugas sudah semestinya seorang pegawai harus siap untuk mengejakan apa yang ditugaskan oleh pimpinan selama tugas yang diberikan tida melenceng dari tanggung jawabnya.

b. Datang tepat waktu, seseorang yang berintegritas tinggi dapat dilihat dari caranya menghargai setiap waktu. Dalam bekerja sudah ditentukan jam berangkat dan jam pulang, maka sebagai pegawai yang berintegritas haruslah bekerja sesuai waktu yang telah ditentukan. Disiplin waktu juga harus dilakukan oleh seorang pimpinan agar menjadi contoh bawahannya.

c. Jujur terhadap kelemahan, seseorang yang mau mengakui kelemahannya maka mereka akan lebih cepat berkembang karena mengerti betul akan kekurangan apa yang dimilikinya. Sehingga cepat berkembang untuk memperbaiki kekurangannya.

d. Menghormati pendapat orang lain, Saat berdiskusi, jangan pernah memaksakan kehendak agar orang lain menuruti pendapat kita. Hal itu membuat kita terlihat egois dan tidak kompeten.

e. Menyelesaikan konflik secara profesional, apabila dalam bekerja menemui masalah, seseorang yang berintegritas akan menyelesaikannya secara profesional.

f. Menjaga rahasia, seorang yang berintegritas mampu menjaga rahasia yang sudah dipercayakan kepadanya. Jika dalam sebuah pekerjaan, maka seorang pegawai yang berintegritas mampu menjaga rahasia perusahaan/instansinya berupa data atau dokumen penting yang tidak bisa dipublikasikan ke masyarakat umum.

g. Selalu mematuhi peraturan yang berlaku, Seseorang yang berintegritas pastinya juga akan selalu mematuhi segala peraturan yang ditentukan oleh perusahaan.

2. Bergerak dan Bangkit Bersama

Kode etik PNS merupakan seperangkat pedoman moral yang menjadi acuan bagi Pegawai Negeri Sipil dalam menjalankan tugas, tanggung jawab, serta dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu nilai utama dalam kode etik adalah integritas, yang mengharuskan PNS untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, serta konsisten dalam melaksanakan kewajiban dan berinteraksi dengan masyarakat. Tujuan dari penerapan kode etik dan integritas adalah menjaga martabat serta kehormatan aparatur negara, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Peran Kode Etik dan Integritas PNS:

  • Menjaga Martabat dan Kehormatan: Kode etik menjadi pedoman bagi PNS untuk berperilaku sesuai norma dan nilai-nilai luhur sehingga mampu menjaga citra positif diri maupun instansi.
  • Membangun Kepercayaan Publik: PNS dengan integritas yang kuat akan lebih dipercaya masyarakat dalam memberikan pelayanan publik, yang penting untuk stabilitas sosial serta keberhasilan program pemerintah.
  • Mencegah Korupsi dan Pelanggaran: Kode etik berfungsi sebagai benteng bagi PNS untuk menghindari praktik KKN serta berbagai bentuk pelanggaran disiplin.
  • Mewujudkan Profesionalisme: PNS yang memegang teguh kode etik akan lebih profesional, efisien, dan mampu memberikan pelayanan publik berkualitas.
  • Menciptakan Lingkungan Kerja Kondusif: Integritas yang tertanam akan menciptakan suasana kerja yang harmonis, kolaboratif, dan produktif.

Prinsip Integritas PNS:

  • Kejujuran: Berbicara dan bertindak dengan benar serta memberikan pelayanan yang transparan.
  • Tanggung Jawab: Melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan siap mempertanggungjawabkan tindakan.
  • Konsistensi: Menunjukkan perilaku yang selaras dengan nilai kode etik dalam berbagai situasi.
  • Keadilan: Melayani masyarakat tanpa diskriminasi serta memperlakukan semua orang secara setara.
  • Profesionalisme: Memiliki kompetensi sesuai bidang tugas serta bekerja dengan keahlian dan dedikasi tinggi.

Tanggung Jawab PNS dalam Menjaga Integritas:

  • Pemahaman dan Internaliasi: PNS harus memahami isi kode etik dan menerapkannya sebagai pedoman perilaku.
  • Implementasi dalam Kehidupan: Kode etik harus diterapkan tidak hanya dalam tugas dinas, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Menjadi Teladan: PNS diharapkan menjadi contoh sikap integritas dan etika yang baik.
  • Melaporkan Pelanggaran: Jika menemukan pelanggaran, PNS wajib melaporkannya kepada pihak berwenang.
  • Pengawasan yang Efektif: Dibutuhkan sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel untuk mencegah serta menindak pelanggaran kode etik.

C. KESIMPULAN

Integritas dan kode etik adalah dua hal yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan PNS yang profesional, berintegritas, dan dipercaya oleh masyarakat. Dengan memahami dan menerapkan kode etik, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, PNS dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, menjaga martabat dan kehormatan aparatur negara, serta berkontribusi dalam membangun bangsa yang lebih baik. Untuk membangun integritas, kita perlu senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas. Awali setiap tindakan yang positif dengan menyebut nama Allah SWT dan mengucapkan "bismillahirrahmanirrahim" agar memperoleh ridha-Nya.

Dengan mengagungkan nama Allah SWT sebelum memulai aktivitas, kita dapat menghindari tindakan-tindakan yang merugikan dan yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Pengingat ini tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga merupakan cara untuk menanamkan kesadaran spiritual dalam setiap langkah yang kita ambil.

Ketika kita mengawali kegiatan dengan menyebut nama Allah, kita menguatkan niat dan motivasi kita untuk melakukan sesuatu dengan cara yang benar dan bertanggung jawab. Ini membantu kita menjaga konsistensi antara ucapan dan tindakan kita, serta memastikan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan selaras dengan nilai-nilai keimanan dan moral yang kita anut.

Dengan demikian, pengingat ini berfungsi sebagai panduan yang mengarahkan kita untuk selalu bertindak dengan integritas dan kejujuran, serta meningkatkan kualitas hidup kita.Marilah kita selalu berupaya sedapat mungkin untuk menauladani integritas Rosululloh SAW baik dalam melaksananakan tugas dan fungsi maupun dalam kehidupan sehari-hari.Demikianlah penjelasan mengenai integritas dan mengapa hal itu perlu diterapkan di dunia kerja. Ingatlah bahwa integritas dalam bekerja adalah elemen penting untuk menunjang kesuksesan kita di dunia kerja. Selain itu, jangan pernah malas untuk mengembangkan diri dan meningkatkan interpersonal skill agar hubungan dengan semua rekan kerja bisa terjalin dengan baik.

 

Daftar Referensi :

https://jabar.nu.or.id/ngalogat/mencontoh-akhlak-rasulullah-dalam-menumbuhkan-integritas-8LKrQ

https://news.detik.com/berita/d-6561771/arti-integritas-penjelasan-ciri-ciri-manfaat-dan-contoh-sikapnya

https://pa-putussibau.go.id/integritas-sebagai-budaya-profesionalitas-dalam-bekerja/

https://glints.com/id/lowongan/integritas-dalam-bekerja-adalah/