Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Pada hari ke-13 bulan Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan 3 Maret 2026, tausiah Ramadhan di lingkungan PTA Pekanbaru disampaikan oleh Hakim Tinggi PTA Pekanbaru, Dr. Mahmud Dongoran, M.H. Tausiah yang dilaksanakan setelah sholat zuhur berjamaah di Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru tersebut mengangkat judul “Tiga Alasan Mengapa Seseorang Harus Bersedekah”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jemaah sholat zuhur Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru.
Dalam tausiah tersebut disampaikan firman Allah SWT dalam Al-Baqarah ayat 261 yang artinya: “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Ayat ini menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, bahkan Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang gemar berinfak di jalan-Nya.
Mengutip pandangan M. Quraish Shihab, terdapat tiga alasan mengapa seseorang harus bersedekah, berinfak, dan membahagiakan orang lain melalui pemberian harta:
- Segala rezeki berasal dari Allah SWT.
Apa pun pekerjaan dan fasilitas yang mendatangkan rezeki bagi seseorang sejatinya merupakan karunia dari Allah SWT. Oleh karena itu, sudah sepantasnya sebagian dari rezeki tersebut disedekahkan kepada yang membutuhkan sebagai bentuk syukur.
- Tidak ada kesuksesan tanpa bantuan orang lain.
Apa pun jabatan dan kedudukan seseorang, ia tidak akan terlepas dari peran serta dan bantuan orang lain. Maka, membantu sesama adalah wujud terima kasih dan kesadaran akan pentingnya kebersamaan.
- Sesama mukmin adalah saudara.
Dalam Al-Hujurat ayat 10 ditegaskan bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara. Sebagai saudara, sudah semestinya saling membantu dan meringankan beban satu sama lain.

Dalam tausiah juga disampaikan kisah inspiratif pada zaman Musa. Dikisahkan ada sepasang suami istri yang miskin datang menghadap Nabi Musa AS dan memohon didoakan agar menjadi kaya walau hanya satu hari. Nabi Musa AS kemudian berdoa kepada Allah SWT, dan doa tersebut dikabulkan.
Setelah menjadi kaya, pasangan tersebut justru sibuk menginfakkan hartanya sepanjang hari. Keesokan harinya, mereka mendapati diri mereka masih dalam keadaan kaya. Mereka pun kembali menghadap Nabi Musa AS dan bertanya mengapa mereka tetap kaya, padahal hanya meminta satu hari saja. Nabi Musa AS menjelaskan bahwa ketika seseorang bersedekah, orang-orang yang menerima sedekah akan mendoakan kebaikan dan kelapangan rezeki bagi pemberinya. Doa-doa itulah yang menjadi sebab Allah SWT terus melapangkan rezeki mereka.
Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa ketika seseorang telah meninggal dunia, ia berharap dapat kembali ke dunia untuk bersedekah dan berbuat kebajikan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Munafiqun ayat 10, yang artinya : “Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata (menyesal), ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.”. Hal ini menunjukkan betapa besar nilai sedekah di sisi Allah SWT.
Semoga melalui tausiah ini, seluruh jemaah semakin terdorong untuk gemar bersedekah, berinfak, dan membantu sesama, sehingga meraih keberkahan hidup di dunia serta kebahagiaan di akhirat.

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

