BUDAYA KERJA

Oleh Zulkifli

 

I. PENGERTIAN BUDAYA KERJA.

Budaya dalam Kamus Bahasa Indonesia Edisi ketiga Depertemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka Halaman 169 adalah pikiran, akal budi, adat istiadat  atau sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sukar diubah, sementara budaya berdasarkan Buku Manajemen Syariah dalam praktik adalah segala nilai pemikiran, serta simbol yang mempengaruhi prilaku, sikap, kepercayaan serta kebiasaan seseorang dan masyarakat.

Sedangkan kerja adalah semangat kerja  yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok.(kamus Bahasa Indonesia).

Adapun Budaya kerja adalah suatu Asumsi, nilai dan norma yang dilakukan berulang-ulang oleh pegawai/karyawan yang dikembangkan dalam organisasi yang tercermin dari sikap menjadi prilaku, kepercayaan, cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud  sebagai kerja atau bekerja sebagai kekuatan untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Budaya merupakan prekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh pegawai/karyawan. Budaya kerja sudah lama dikenal oleh manusia, bahkan bekerja merupakan perintah suci dari Allah kepada manusia, sebagaimana firman Allah dalam surat An-Naba’ ayat 11 yang artinya ’´Dan kami jadikan siang untuk usaha mencari Rezeki/Penghidupan’’ (Tafsir Ibu Kasir).

Bekerja mempunyai nilai tinggi disisi Allah, karena bekerja merupakan perintahnya, maka bekerja menjadi ibadah bagi kita, hidup didunia tidak hanya  mementingkan akhirat dan mengutamakan dunia saja, namun seseorang haruslah mengutamakan keduanya, baik kepentingan akhirat maupun dunia. Di dalam Surat Al-Jum’ah ayat 10 Allah mengingatkan kita ’’maka jika telah selesai sholat, maka berpencarlah di atas bumi dan mencari rezeki karunia Allah dan perbanyaklah berzikir pada Allah supaya kamu beruntung dan berbahagia’’

Kemudian Rasulullah telah memberikan motivasi dalam bekerja dengan menggunakan bahasa yang sangat menyadarkan ’’bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya dan beramallah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok”(HR. Baihaqi).  Ayat Allah dan motivasi Rasulullah tersebut menjadi dasar bagi kita untuk mengaplikasikan budaya kerja dalam hidup ini untuk meningkatkan produktifitas, pendapatan dan penghasilan.

Budaya kerja bertujuan untuk mengubah sikap, dan mindset serta prilaku Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat meningkatkan pola kerja yang baik, berhasil guna, berdaya guna untuk menghadapi berbagai tantangan dimasa yang akan datang,  adapun manfaat  dari penerapan budaya kerja ialah :

  1. Menciptakan suasana kerja nyaman.
  2. Meningkatkan rasa kekeluargaan.
  3. Menumbuhkan jiwa kebersamaan.
  4. Dapat menciptakan kekompakan dalam bekerja.
  5. Menjalin komunikasi yang baik.
  6. Meningkatkan kerja sama.

 

II. Didalam Buku Manajemen Syariah dalam Praktik telah pula merilis tentang budaya kerja yang harus diaplikasikan dan diimplementasikan dalam budaya kerja.

1. SHIDDIQ

Shiddiq berarti benar atau jujur, memiliki kejujuran yang nilai dasarnya adalah Integritas dalam tiap individu, selalu berkata benar, tidak ada kontradiksi dan pertentangan yang disengaja antara ucapan dengan perbuatan, oleh karena itu, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk senentiasa memiliki sifat jujur dan menciptakan lingkungan  yang shiddiq, firman Allah dalam surat At-Taubah ayat 119, yang artinya ’´Hai orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”.

2. ISTIQAMAH

Istiqamah berarti konsisten dalam kebaikan ditampilkan dengan keteguhan, kesabaran serta keuletan sehingga menghasilan sesuatu yang optimal, istiqamah merupakan hasil dari suatu proses yang dilakukan secara terus menerus, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ahqouf ayat 13. ’’Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kehawatiran bagi mereka  dan tidak pula berduka cita”.

3. FATHONAH

Fathonah adalah mengerti, memahami dan menghayati secara mendalam segala hal yang menjadi tugas dan kewajiban, sifat ini akan menumbuhkan kreatifitas dan inovasi, sifat fathonah ini pula telah mengantarkan Nabi Yusuf a.s dan timnya berhasil membangun kembali Negeri Mesir yang dilanda oleh keterpurukan ekonomi.

4. AMANAH

Amanah memiliki tanggung jawab  dalam melaksanakan  setiap tugas dan kewajiban, amanah dapat diwujudkan  dalam keterbukaan, kejujuran, memberikan pelayanan  yang optimal, ketidak berpihakan serta perlakuan yang sama dihadapan hukum, hal ini  telah pula diingatkan Allah dalam surat  An-Nisa’ ayat 58 ’’Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya (menyuruh kamu) apabila menerapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil”.

5. TABLIQ

Tabliq maknanya mampu berkomunikasi dengan baik dalam bahasa manajemen, dapat dilakukan, dapat dikatakan  sebagai supel, cerdas, deskrifsi tugas (melakukan pengawasan), delegasi wewenang, kerja tim, cepat tanggap, koordinasi dan supervisi, sekaligus memberikan contoh terhadap pelaksanaan ketentuan hukum yang berlaku.

 

III. CIRI-CIRI BUDAYA KERJA

Mengutip ungkapan Menteri Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, ketika saat membuka Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Melayani, di Solo tanggal 26 Agustus 2017, ada beberapa ciri budaya kerja :

  1. Kepekaan terhadap orang lain, yakni kepekaan terhadap para pengguna layanan.
  2. Selalu tertarik untuk berinovasi.
  3. Adanya keberanian untuk mengambil resiko.
  4. Memperlakukan pegawai sebagai aset paling berharga bagi organisasi
  5. Adanya keterbukaan komunikasi dengan pegawai.
  6. Keharmonisan, hubungan erat antara pegawai dan kekompakan tim, dalam mendukung peningkatan kinerja.

Untuk menciptakan budaya kerja, dengan ciri-ciri diatas, perlu dilakukan sejumlah perubahan. Pertama  kita harus mengubah cara kita melayani masyarakat mulai dari sisi prilaku para petugas, pegawai dan pejabat, kita harus memenuhi standar, mulai dari keharusan untuk selalu menunjukkan keramahan, ketulusan, tersenyum disiplin dan fokus.  Kedua kita harus lebih berkinerja artinya setiap pegawai harus memiliki tugas yang jelas, sehingga pegawai dapat memberikan kontribusi kinerja, tidak boleh ada pegawai yang bersantai-santai datang hanya untuk mengisi daftar hadir, kemudian dalam waktu kerja yang bersangkutan tidak melakukan apa-apa, intinya semua kita harus menunjukkan kinerja dan kita harus terus menerus memperbaiki kualitas pelayanan. Akhirnya menjadi ingatan kita, akan 8 nilai utama Mahkamah Agung Republik Indonesia,  ada kesamaan nya dengan uraian Budaya kerja diatas. 1, Kemandirian 2. Integritas 3. Kejujuran 4. Akuntabilitas 5. Responsibilitas 6. Keterbukaan. 7. Ketidak berpihakan dan 8. Perlakukan yang sama dihadapan Hukum.

 

IV. KESIMPULAN

  1. Budaya kerja adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan sebagai perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu, dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh pegawai/karyawan, dan merupakan suatu komitmen organisasi, dalam upaya membangun sumber daya manusia, proses kerja dan hasil kerja yang lebih baik, budaya kerja juga sangat mendukung Reformasi Birokrasi dalam membentuk SDM yang profesional.
  2. Ada lima budaya kerja yang harus dipahami yang terdiri dari  a). Shiddiq b). Istiqamah c). Fathonah d).Amanah dan e). Tabliq. Dan terus menerus melakukan perubahan mindset serta prilaku Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat meningkatkan pola kerja yang baik, berhasil guna dan berdaya guna.
  3. Tulisan yang sederhana ini muda-mudahan ada manfaatnya bagi penulis dan kita yang membacanya, dan banyak kekurangannya mohon dimaafkan dan tulisan ini ditutup dengan fiman Allah yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri) QS. Ar-Ra’d. Ayat 11.

 

Daftar Bacaan

  1. Kamus Bahasa Indonesia edisi ketiga, Depertemen pendidikan, Nasional, balai Pustaka.
  2. Tafsir Ibnu Kasir, Terjemahan, Tahun 2004.
  3. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc dan Hendi Tanjung, S,SI, MM, Manajemen Syari’ah dalam Praktik. Tahun 2003
  4. htt://Jurnal-SDM.blog spot.com/2010/10/etos kerja.
  5. Manajemen Insan Sempurna.
  6. Gerakan Nasional Revolusi Mental, ASN harus ubah budaya kerja