
pa-bangkinang.go.id
Rabu, 25 Februari 2026 bertepatan dengan hari ke-7 bulan suci Ramadhan 1447 H, keluarga besar Pengadilan Agama Bangkinang kembali melanjutkan rangkaian Program Ramadhan yang telah menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan yang dipusatkan di mushalla kantor tersebut diawali dengan pelaksanaan shalat Zuhur berjamaah, dilanjutkan dengan kultum dan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh pimpinan, hakim, aparatur kesekretariatan, serta seluruh pegawai dengan penuh kekhusyukan.
Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Ibu Elisdawati, S.Ag., M.H., yang mengangkat tema “Sabar dan Syukur sebagai Pilar Kekuatan Iman di Bulan Ramadhan.” Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum pembinaan jiwa untuk memperkuat kesabaran dan memperbanyak rasa syukur dalam setiap lini kehidupan.
Secara makna, sabar adalah kemampuan menahan diri dan tetap teguh dalam ketaatan kepada Allah SWT, menahan diri dari perbuatan maksiat, serta tegar menghadapi ujian dan kesulitan dengan hati yang lapang. Sabar bukan berarti pasif atau menyerah pada keadaan, melainkan sikap aktif dalam mengendalikan emosi, menjaga lisan, serta tetap istiqamah menjalankan kewajiban meskipun dihadapkan pada tantangan.
Sementara itu, syukur adalah sikap menyadari dan mengakui segala nikmat yang diberikan Allah SWT, baik nikmat kesehatan, pekerjaan, keluarga, maupun kesempatan beribadah, lalu mengekspresikannya melalui ucapan, hati, dan perbuatan. Syukur bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi diwujudkan dalam bentuk ketaatan, peningkatan kinerja, dan pemanfaatan nikmat secara optimal untuk kebaikan.
Dalam konteks pelaksanaan tugas di lingkungan peradilan, Ibu Elisdawati menekankan bahwa kesabaran menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. Setiap perkara yang ditangani membutuhkan ketelitian, ketenangan, serta profesionalitas agar proses persidangan berjalan dengan tertib dan berkeadilan. Kesabaran juga diperlukan dalam menghadapi dinamika pekerjaan serta berinteraksi dengan para pihak yang berperkara.
Di sisi lain, rasa syukur diwujudkan dengan menjaga amanah jabatan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta membangun kebersamaan dan kekompakan di lingkungan kerja. Dengan bersyukur, setiap aparatur akan memandang tugas bukan sebagai beban, melainkan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Suasana kultum berlangsung khidmat dan penuh perhatian. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah momentum memperbaiki diri, memperkuat spiritualitas, dan meningkatkan etos kerja. Nilai sabar dan syukur diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelayanan publik maupun dalam kehidupan pribadi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Lantunan ayat suci yang menggema menambah kekhusyukan suasana serta mempererat kebersamaan antarpegawai. Konsistensi pelaksanaan program Ramadhan ini menjadi wujud komitmen Pengadilan Agama Bangkinang dalam membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai spiritual dan integritas.
Dengan semangat hari ketujuh Ramadhan, seluruh aparatur diharapkan terus menjaga konsistensi ibadah, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadikan sabar dan syukur sebagai fondasi dalam setiap langkah pengabdian. Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana pembinaan karakter untuk mewujudkan pribadi yang lebih baik dan institusi yang semakin dipercaya masyarakat.(ITK/TimITPABkn)

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

