Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Tausiah pada tanggal 8 Ramadhan 1447 H yang dilaksanakan setelah sholat Zhuhur berjamaah di Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru disampaikan oleh Hakim Tinggi PTA Pekanbaru, Dr. H. Barmawi, M.H., dengan mengangkat tema “Ciri-Ciri Orang yang Bertaqwa”. Tausiah tersebut diikuti oleh jamaah sholat Zhuhur Musholla Al Mahkamah dengan penuh kekhusyukan.
Dalam penyampaiannya, beliau mengawali dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.”
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.
Ayat tersebut merupakan bagian dari Surah Al-Baqarah ayat 183, yang berisi panggilan kepada orang-orang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa dengan tujuan utama mencapai derajat taqwa.
Beliau menjelaskan bahwa dalam setiap ibadah terdapat rukun dan syarat. Rukun adalah bagian yang harus ada dalam suatu ibadah dan menjadi inti pelaksanaannya, sedangkan syarat adalah sesuatu yang harus dipenuhi sebelum ibadah dilaksanakan agar ibadah tersebut sah.
Dalam ibadah puasa, niat merupakan rukun yang sangat penting. Setelah niat dan sahur, terdapat imsak, yaitu menahan diri. Imsak bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat merusak dan mengurangi nilai ibadah, seperti berkata dusta, berbuat maksiat, serta menjaga hati dan pikiran dari hal-hal yang tidak baik.
Beliau juga menyampaikan bahwa barang siapa yang melaksanakan ibadah Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan kepada Allah SWT, maka ia akan diampuni dosa-dosanya dan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.
Lalu, apa yang diharapkan dari Ramadhan? Jawabannya adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa. Allah SWT menjanjikan bahwa siapa saja yang bertaqwa, maka akan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Sebagaimana disebutkan dalam Surah Ali ‘Imran ayat 133–135, ciri-ciri orang yang bertaqwa antara lain:
- Orang yang pemurah, yaitu mereka yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit. Perumpamaan orang yang bersedekah di jalan Allah seperti satu biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada tiap tangkai terdapat seratus biji.
- Mampu menahan amarahnya.
- Memberi maaf kepada orang lain.
- Apabila melakukan perbuatan keji atau berbuat zalim kepada diri sendiri, mereka segera mengingat Allah dan memohon ampun atas dosa-dosanya. Allah pun membuka pintu taubat bagi hamba-hamba-Nya yang mau kembali dan memperbaiki diri.
Di akhir tausiah, beliau mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal kebajikan, serta meningkatkan kualitas ibadah agar benar-benar meraih derajat taqwa. Semoga melalui ibadah Ramadhan yang dijalankan dengan penuh keimanan dan keikhlasan, kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang bertaqwa dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

