Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Bertempat di Ruang Pustaka PTA Pekanbaru, Senin 22 April 2019, setelah pelaksanaan apel senin pagi, dilaksanakan kegiatan menyaksikan siaran langsung Pembinaan dan Peluncuran Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Tingkat, sebagaimana instruksi dari Surat Edaran dari Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pembinaan dan Peluncuran Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Tingkat Banding Empat Lingkungan Peradilan Oleh Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI tanggal 16 April 2019. Siaran langsung ini disaksikan oleh Hakim Tinggi, Panitera, Sekretaris, Panitera Pengganti, Pejabat Struktural dan Staf PTA Pekanbaru.

Dalam siaran langsung yang ditonton bersama ini, acara dibuka dengan pembacaan do’a oleh Ketua Pengadilan Agama Labuan Bajo Drs. Ihyaddin, S.ag., MH, dilanjutkan dengan ungkapan selamat datang dari Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Andreas Don Rade, SH., MH, yang menyampaikan antara lain bahwa dengan diluncurkannya SIPP versi 3.2.0 di pengadilan tingkat banding diharapkan dapat mempercepat perubahan manajemen peradilan menuju peradilan berbasis teknologi dapat terwujud guna melaksanakan register elektronik ditingkat banding maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan maupun pengguna peradilan yang cepat, tepat dan akurat. Dalam menunjang peradilan yang modern berbasis teknologi pada peluncuran SIPP versi 3.2.0, peranan pembinaan dari pimpinan sangat diharapkan oleh seluruh peserta yang hadir. Dengan adanya pembinaan ini akan menambah bekal pengetahuan dalam mengelola suatu menajeman di pengadilan.

Sekretaris Mahkamah Agung RI A.S Pudjoharsoyo, SH., M.Hum dalam acara ini memberikan laporannya antara lain bahwa SIPP merupakan aplikasi yang berbasis web yang diperuntukkan untuk merekam administrasi dan penelusuran data perkara di pengadilan tingkat banding pada empat lingkungan peradilan. Aplikasi ini dikembangkan pertama kali pada tahun 2016 yang terus dikembangkan dengan menambah dan mengembangkan fitur-fitur agar sesuai dengan tuntutan pemanfaatan teknologi informasi khusus untuk pengadilan. Selain digunakan untuk merekam dan menelursusri data perkara, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mengukur dan memonitor, mengevaluasi kinerja penyelesaian perkara, baik pada tataran satker maupun individu  yang dapat diintegrasikan dengan Sikep. Yang patut menjadi kebanggan bersama bahwa dari sejak perancangan, pembuatan, uji coba, evaluasi, dilaksanakan oleh SDM yang ada di lingkungan Mahkamah Agung sendiri, baik yang berada dipusat maupun yang tersebar di satker seluruh Indonesia. Begitu juga dengan aplikasi-aplikasi lainnya seperti Sikep, Sistem Informasi Pengawasan, Sistem Informasi Kediklatan, e-court dan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan pembinaan dari Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH., MH. Beliau menyampaikan antara lain SIPP pengadilan tingkat banding adalah salah satu aplikasi informasi perkara yang menjadi sarana transparansi dan akuntabilitas penanganan perkara sekaligus sebagai sarana monitoring penyelesaian perkara dan kinerja aparatur peradilan. Upaya optimalisasi pemanfaatan keunggulan teknologi informasi dalam pengelolaan administrasi perkara pada pengadilan tingkat banding salah satunya dilatar belakangi oleh kurangnya tingkat kinerja penyelesaian perkara pada pengadilan tingkat banding. Dari data 2 tahun terakhir dapat dilihat rasio produktivitas memutus pengadilan tingkat banding termasuk pengadilan pajak pada tahun 2017 hanya sebesar 65,70% dan tahun 2018 menurun menjadi 62,95%, sementara dari perbandingn jumlah hakim dengan beban jumlah perkara pertahun rerata beban kerja hakim pengadilan tingkat banding termasuk sedikit jika dibandingkan dengan pengadilan tingkat pertama dan Mahkamah Agung. Tingkat akseptabilitas terhadap putusan pengadilan tingkat banding dua tahun terakhir berturut-turut hanya sebesar 39,64% dan 35,08%. SIPP pengadilan tingkat banding versi 3.2.0 dikembangkan terintergrasi dengan SIPP pengadilan tingkat I dan direktori putusan, sehingga seluruh aplikasi perkara Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya akan menjadi satu kesatuan yang saling tersinkronisasi. Publik juga dapat mengakses SIPP tingkat banding sama halnya dengan SIPP pengadilan tingkat I, agar masyarakat mendapatkan informasi perkara secara cepat dan akurat. Agar aplikasi ini dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuannya, maka semua aparatur pengadilan tingkat banding dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan disiplin dalam penerapan SIPP. Sehingga dapat mendorong untuk peningkatan kinerja penyelesaian perkara agar dapat memberikan pelayaanan publik terbaik bagi masyarakat pencari keadilan. Dalam kesempatan ini, Ketua Mahkamah Agung juga mengingatkan kepada seluruh hakim pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding untuk mematuhi jangka waktu penanganan perkara, sebagaimana diatur dalam SEMA Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penyelesaian Perkara di Pengadilan Tingkat I dan Tingkat Banding Pada Empat Lingkungan Peradilan. Lembaga peradilan harus terus meningkatkan kualitas putusan. Hakim dituntut untuk meningkatkan keilmuannya, agar putusan hakim dapat memenuhi dahaga masyarakat akan keadilan. Ketua Mahkamah Agung juga menyampaikan apresiasi atas kinerja tim Teknologi Informasi atas keberhasliannya mengembangkan aplikasi ini sehingga dapat menunjang kinerja teknis peradilan. Aplikasi SIPP versi 3.2.0 diharapkan sudah diterapkan diseluruh pengadilan tingkat banding sebelum tanggal 19 Agustus 2019.

Peluncuran aplikasi SIPP versi 3.2.0 resmi dilaunching oleh Ketua Mahkamah Agung RI, yang kemudian dilanjutkan dengan demonstarsi SIPP versi 3.2.0 dan telekonferensi dengan advokat yang telah terdaftar.

Semoga dengan disaksikannya siaran langsung peluncuran SIPP pengadilan tingkat banding versi 3.2.0 dan pembinaan dari Ketua Mahkamah Agung oleh seluruh aparat peradilan pada empat lingkungan peradilan, memberikan energi positif dan menambah ilmu serta wawasan dalam menjalankan tupoksi pengadilan sehingga tujuan peradilan yang agung dapat tercapai. (Redaksi PTA Pekanbaru)