Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id   

Bertempat di Aula Utama PTA Pekanbaru, pada hari Senin tanggal 17 Juni 2019 dilaksanakan acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Hakim Tinggi PTA Pekanbaru dan Ketua PA Batam Kelas IA. Acara dihadiri oleh personil PTA Pekanbaru, angota Dahrmayukti Karini Cabang Riau dan tamu undangan.

Hakim Tinggi PTA Pekanbaru yang diambil sumpah jabatan dan dilantik adalah Hj. Enita R, SH, yang sebelumnya bertugas sebagai Hakim Tinggi PTA Medan. Dan Ketua PA Batam yang dilantik adalah Drs. Mazharuddin, MH yang sebelumnya bertugas sebagai Wakil ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Kelas IA. Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan keputusuan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 74/KMA/SK/IV/2019 tentang Promosi dan Mutasi Ketua, Wakil Ketua dan Hakim pada Lingkungan Peradilan Agama.

Setelah pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan, dilaksanakan serah terima jabatan dari Ketua PA Batam yang lama Drs. H. Basuni, SH., MH yang pindah tugas menjadi Ketua PA Medan Kelas IA kepada Ketua PA Batam yang baru dilantik Drs. Mazharuddin, MH.

Setelah prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan selesai dilaksanakan, dilanjtkan dengan sambutan dari Ketua PTA Pekanbaru Dr. H. Alimin Patawari, SH., MH. Dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa pesan kepada pejabat yang baru dilantik dan aparat peradilan lainnya yang hadir dalam acara ini, antara lain bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanat dan kehormatan dari pimpinan Mahkamah Agung dan dari Allah SWT. Selain harus mempertanggungjawabkan kepada pimpinan Mahkamah Agung juga harus dipertanggungjawabkan pada diri sendiri, masyarakat dan yang paling penting dihadapan Allah SWT. Karena jabatan yang kita terima juga bisa mejadi ujian, cobaan dan godaan dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu amanah dan kepercayaan yang telah diberikan hendaklah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Kepada Ketua PA yang baru dilantik beliau mengingatkan bahwa sebagai Ketua PA yang dipercayakan memimpin pengadilan kelas IA, dituntut untuk memilki kemampuan teknis yustisial dan integritas yang tinggi. Sebagai manajer harus memiliki kualitas kepemimpinan dalam mengelola organisasi yang dipimpin. Aspek yang perlu mendapatkan perhatian bukan lagi aspek teknis, tapi juga non teknis. Penerapan hukum acara masih perlu perhatian khusus, karena  masalah seperti ini rentan sekali dengan timbul pengaduan para pihak, oleh karenanya diperlukan pembinaan kepada para hakim-hakim dan aparatur teknis yang ada di wilayahnya. Temuan-temuan pengaduan yang berkaitan dengan penerapan hukum acara banyak dijumpai, yang bukan tidak mungkin bisa dikatakan tidak professional yang berakibat pemberhentian sebagai hakim.

Kepada seluruh jajaran Pangadilan Tinggi Agama Pekanbaru beliau berharap untuk terus menerus meningkatakan kemampuan dan profesionalisme dibidang masing-masing dengan selalu melakukan menambah pengetahuan dan wawasan dibidang masing-masing baik secara formal maupun non formal, bagi pejabat teknis peradilan dan yustisial pada khususnya. Diharapkan pula agar memelihara kekompakan, soliditas, semangat kekeluargaan, jiwa korsa yang tinggi sesama warga peradilan, khususnya peradilan agama, agar menjaga dan memelihara perilaku dengan menumbuhkan rasa memiliki lembaga peradilan dengan menghindari perbuatan-perbuatan/ tindakan, sikap, dan perilaku yang dapat menurunkan citra dan wibawa peradilan, membangun diri sendiri dengan penuh keikhlasan, penuh kesungguhan, kedisiplinan untuk menghasilkan kualitas pekerjaan yang terbaik dengan semboyan “tidak ada hari tanpa ada perubahan ke arah yang lebih baik”. Kerja atas dasar kemampuan yang dimiliki, serta terus mengupayakan perbaikan dan penyempurnaan kerja yang semakain efektif dan efisien.

Acara ditutup dengan foto bersama, dan dilanjutkan dengan acara Halal Bihalal Keluarga Besar PTA Pekanbaru. (Redaksi PTA Pekanbaru)