Pengadilan Agama Bangkinag Jadikan Ramadhan Bentuk Pribadi Bersih dan Penuh Rasa Syukur

WhatsApp Image 2026-02-24 at 13.05.30.jpeg

pa-bangkinang.go.id

Selasa, 24 Februari 2026 yang bertepatan dengan hari ke-6 bulan suci Ramadhan, Pengadilan Agama Bangkinang kembali melaksanakan rangkaian kegiatan keagamaan yang telah menjadi agenda rutin selama bulan penuh berkah ini. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Zuhur berjamaah, dilanjutkan dengan penyampaian kultum, serta ditutup dengan tadarus Al-Qur’an bersama.

Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa sejak awal kegiatan. Seluruh aparatur dan pegawai mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh semangat, menjadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat nilai spiritual di tengah rutinitas pekerjaan.

Kultum pada kesempatan tersebut disampaikan oleh H. Muhammad Azmi, S.Ag, yang mengangkat tema tentang pentingnya membentuk pribadi yang bersih dan penuh rasa syukur. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri apa yang telah dimiliki, baik berupa nikmat kesehatan, keluarga, pekerjaan, maupun kesempatan beribadah di bulan yang mulia ini.

Beliau menegaskan bahwa salah satu tujuan utama Ramadhan adalah membersihkan hati dari sifat-sifat tercela. Sifat tamak, iri hati, dengki, dan perilaku menzalimi orang lain merupakan penyakit hati yang dapat merusak amal dan mengurangi keberkahan hidup. Melalui puasa, umat Islam dilatih untuk menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Selain itu, Ketua Pengadilan Agama Bangkinang juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh aparatur. Beliau menegaskan bahwa rangkaian kegiatan Ramadhan ini merupakan program bersama yang telah ditetapkan selama bulan suci. Oleh karena itu, partisipasi aktif diharapkan tumbuh dari kesadaran masing-masing, bukan karena harus dipanggil atau diberi tahu terlebih dahulu. Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen pembinaan rohani dan kebersamaan keluarga besar Pengadilan Agama Bangkinang.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab tidak hanya tercermin dalam pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dalam komitmen mengikuti program pembinaan spiritual. Ramadhan hendaknya dijadikan momentum untuk meningkatkan keikhlasan dan kesadaran diri dalam beribadah.

Setelah kultum, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an. Lantunan ayat suci yang dibacakan secara bergiliran menambah suasana religius dan memperkuat semangat kebersamaan. Selain meningkatkan keimanan, tadarus juga menjadi pengingat bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan seluruh aparatur Pengadilan Agama Bangkinang tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah secara personal, tetapi juga membawa nilai-nilai Ramadhan ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pribadi yang bersih, penuh rasa syukur, serta menjauhi sifat-sifat tercela akan melahirkan lingkungan kerja yang harmonis, profesional, dan berintegritas.

Ramadhan menjadi momentum pembinaan ruhani yang tidak hanya berdampak sementara, tetapi diharapkan mampu membentuk karakter yang lebih baik dan berkelanjutan, sehingga setiap individu dapat menjalani kehidupan dengan hati yang lebih bersih dan penuh rasa syukur.(ITK/TimITPABkn)