Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Tausiah tanggal 7 Ramadhan 1447 H (25 Februari 2026) disampaikan oleh Hakim Tinggi PTA Pekanbaru, Drs. H. Efrizal, S.H., M.H., dengan judul “9 Hal yang Harus Kita Jaga untuk Mencapai Derajat Taqwa.” Kegiatan tausiah dilaksanakan di Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru dan diikuti oleh jemaah sholat zuhur Musholla Al Mahkamah.
Dalam penyampaiannya, beliau mengawali dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 : “Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.”
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menjelaskan kewajiban berpuasa bagi orang-orang yang beriman agar mencapai derajat taqwa. Disampaikan pula bahwa di dalam Al-Qur’an, kata ash-shiyām disebutkan sebanyak delapan kali dan ash-shaum satu kali, sehingga keseluruhannya berjumlah sembilan kali. Hal ini dikaitkan dengan sembilan hal yang harus dijaga oleh setiap Muslim untuk meraih derajat taqwa.
Adapun sembilan hal yang harus kita pelihara dan jaga adalah sebagai berikut:
- Menjaga Hati
Hati sangat menentukan kualitas diri manusia. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa di dalam tubuh manusia terdapat segumpal darah; apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati.
Terdapat tiga macam hati:
- Qalbun Salīm, yaitu hati yang sehat. Orang yang memiliki hati yang sehat akan tampak dari wajah dan perilakunya yang tenang serta penuh kebaikan.
- Qalbun Marīdh, yaitu hati yang sakit, seperti iri, dengki, dan hasad.
- Qalbun Mayyit, yaitu hati yang mati, tidak dapat menerima nasihat dan hanya mengikuti hawa nafsu.
Intinya, untuk mencapai derajat taqwa, kita harus senantiasa menjaga kebersihan hati dari iri, dengki, dan sakit hati.
- Menjaga Lisan
Rasulullah SAW mengajarkan agar berkata baik atau diam. Sebuah ungkapan menyebutkan bahwa luka karena pedang masih ada harapan sembuh, tetapi luka karena lisan sulit dicari obatnya. Oleh karena itu, setiap ucapan hendaknya dijaga agar tidak menyakiti orang lain.
- Menjaga Pandangan
Allah SWT mengingatkan bahwa ada manusia yang memiliki mata tetapi tidak digunakan untuk melihat kebenaran. Menjaga pandangan berarti menahan diri dari hal-hal yang dilarang dan tidak bermanfaat.
- Menjaga Pendengaran
Telinga hendaknya dijaga dari mendengar hal-hal yang tidak baik, seperti ghibah, fitnah, dan perkataan sia-sia.
- Menjaga Perut
Memastikan apa yang dikonsumsi adalah halal dan baik, serta tidak berlebihan dalam makan dan minum.
- Menjaga Tangan
Tangan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain.
- Menjaga Kaki
Melangkahkan kaki hanya ke tempat-tempat yang diridhai Allah SWT.
- Menjaga Mulut
Selain lisan dalam berbicara, mulut juga dijaga dari mengonsumsi sesuatu yang haram atau tidak baik.
- Menjaga Kemaluan
Menjaga kehormatan diri dan tidak mengumbarnya dengan mudah, sesuai dengan tuntunan syariat.

Di akhir tausiah, disampaikan bahwa inti dari seluruh penjagaan tersebut bermuara pada penjagaan hati. Apabila hati terjaga, maka anggota tubuh lainnya akan ikut terjaga. Semoga dengan menjaga sembilan hal tersebut, kita dapat meraih derajat taqwa yang sesungguhnya di sisi Allah SWT.

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

