Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Pada tanggal 12 Ramadhan 1447 H (2 Maret 2026), tausiah Ramadhan yang dilaksanakan di Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru disampaikan oleh Dr. H. M. Zakaria, M.H. Adapun judul tausiah yang disampaikan adalah “Agar Menjadi Orang yang Bertakwa.” Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jamaah shalat zuhur Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru.
Dalam tausiahnya disampaikan bahwa tujuan utama ibadah puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an adalah “la‘allakum tattaqun” (agar kamu bertakwa), yang diharapkan dapat tercapai setelah kita melewati bulan Ramadhan. Taqwa pada hakikatnya adalah melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah takwa dapat kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh? Para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang makna takwa. Taqwa diibaratkan seperti seseorang yang berjalan di tengah jalan yang penuh duri, di mana ia harus berhati-hati dalam setiap langkah agar tidak tertusuk duri dan dapat melewati jalan tersebut dengan selamat. Perumpamaan ini mengajarkan kehati-hatian, kesadaran, dan pengendalian diri dalam menjalani kehidupan.
Apabila kita mampu melaksanakan pesan-pesan moral dari setiap ibadah yang kita kerjakan, maka ibadah tersebut akan memberikan dampak nyata dalam kehidupan. Dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 45 disebutkan bahwa sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Ini merupakan pesan moral shalat yang seharusnya tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Demikian pula pesan moral ibadah puasa sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 - 187, yang tidak hanya mengajarkan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial, seperti memperbanyak sedekah kepada fakir miskin. Selain itu, dijelaskan pula hal-hal yang dapat membatalkan puasa agar umat Islam dapat menjaga kesempurnaan ibadahnya.

Ayat 183, Menjelaskan kewajiban puasa dan tujuannya, yaitu “la‘allakum tattaqun” (agar kamu bertakwa). Ayat 184, Menjelaskan ketentuan puasa serta kewajiban fidyah bagi yang tidak mampu, yang berkaitan dengan memberi makan orang miskin. Ayat 185, Menjelaskan bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an serta kemudahan dalam berpuasa. Ayat 187, Menjelaskan batasan dan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan puasa.
Mudah-mudahan dengan menjalani bulan Ramadhan ini, amal ibadah kita semakin meningkat dan kualitas ketakwaan kita semakin baik. Marilah kita menyelesaikan sisa Ramadhan dengan sebaik-baiknya, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita pribadi yang bertakwa, sehingga nilai-nilai Ramadhan dapat terus terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara.

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

