Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Tausiah Ramadhan hari ke-15, Kamis (5 Maret 2026), di Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru disampaikan oleh Drs. Medi Rinaldi, M.A. dengan judul “Bersihkan Diri dari Dosa di Bulan Ramadhan.” Tausiah tersebut disampaikan setelah pelaksanaan sholat zhuhur berjamaah dan dihadiri oleh para jemaah Musholla Al Mahkamah PTA Pekanbaru.
Dalam tausiah tersebut, penceramah menyampaikan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat 6: "Wa mā min dābbatin fil arḍi illā ‘alallāhi rizquhā wa ya‘lamu mustaqarrahā wa mustauda‘ahā, kullun fī kitābin mubīn."
Artinya: “Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) pun di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
Berdasarkan penjelasan dalam ilmu tasawuf, disebutkan bahwa terdapat empat tingkatan rezeki, yaitu:
- Harta, merupakan tingkatan rezeki yang paling rendah, karena dapat diperoleh oleh siapa saja, baik orang yang saleh maupun tidak, serta oleh orang yang berilmu maupun tidak.
- Kesehatan, merupakan rezeki yang sangat penting karena dengan kesehatan seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas dan kebaikan.
- Anak yang saleh, merupakan rezeki yang utama karena anak yang saleh akan menjadi kebanggaan orang tua sekaligus membawa kebaikan di dunia dan akhirat.
- Ridha Allah SWT, merupakan rezeki yang paling sempurna. Apabila seseorang telah memperoleh ridha Allah, maka seluruh kehidupannya akan dipenuhi dengan keberkahan.
Selain itu, dalam tausiah juga dijelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa. Terdapat beberapa amalan yang dapat menghapus dosa berdasarkan hadis Rasulullah SAW, yaitu:
- Puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari ucapan dan perbuatan yang tidak baik.
- Mendirikan sholat malam di bulan Ramadhan, seperti sholat tarawih dan witir. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
- Mendapatkan malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan bagi orang yang menghidupkannya dengan ibadah.
- Memberi makan kepada orang yang berpuasa, yang juga mendatangkan pahala besar dari Allah SWT.
- Bersedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar dan dapat menjadi sarana membersihkan diri dari dosa.

Melalui tausiah tersebut diharapkan seluruh jemaah dapat memanfaatkan bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan, sehingga dapat membersihkan diri dari dosa serta memperoleh ridha Allah SWT.

Website Mahkamah Agung Republik Indonesia
Website Badilag
Website Pengadilan Tinggi Pekanbaru
Website Kejaksaan Tinggi Riau
Website Pemeritah Provinsi Riau
JDIH Mahkamah Agung
SIWAS Mahkamah Agung
Portal LIPA PTA Pekanbaru

