Pekanbaru||www.pta-pekanbaru.go.id

Pada hari Rabu tanggal 24 Februari 2021, bertempat di Ruang Serbaguna PTA Pekanbaru, Keluarga Besar PTA Pekanbaru melaksanakan Tausiah dalam rangka Pembinaan Mental Pegawai PTA Pekanbaru. Tausiah dihadiri oleh seluruh Hakim Tinggi, Pejabat Struktural, Panitera Pengganti, Staf, Tenaga Kontrak PTA Pekanbaru, anggota Dharmayukti Karini PTA Pekanbaru dan tamu undangan. Tausiah ini juga diikuti oleh seluruh PA sewilayah hukum PTA Pekanbaru secara virtual dan juga live di youtube. Tausiah kali ini terasa sangat istimewa bagi keluarga besar PTA Pekanbaru, karena tausiah disampaikan oleh penceramah kondang yaitu Almukarrom Ustadz Prof. Dr. H. Abdul Somad, Lc., MA., Ph.D.

Acara tausiah dibuka dengan pembacaan Al Qur’an oleh Khaidir, S.HI Analis Kepegawaian PTA Pekanbaru dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua PTA Pekanbaru Dr. H. Harun S, SH., MH. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan kegembiraan keluarga besar PTA Pekanbaru atas kesediaan dan kehadiran Ustadz Abdul Somad untuk memenuhi undangan PTA Pekanbaru memberikan tausiah dalam rangka pembinaan mental, ditengah kesibukan UAS yang sangat padat dalam menyiarkan agama Islam di seluruh penjuru Indonesia. Beliau berharap tausiah ini dapat membangun mindset kita semua agar selalu menjaga integritas dan komitmen dalam menjalankan roda peradilan, apalagi sekarang ini PTA Pekanbaru telah berhasil memperoleh penhargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan sedang bergiat untuk mendapatkan predikat Wilayah Bersih Birokrasi Melayani (WBBM). Sambuatan beliau tutup dengan menyampaikan permohonan maaf kepada UAS apabila ada pelayanan yang tidak berkenan.

Setelah sambutan dari Ketua PTA Pekanbaru, acara dilanjutkan dengan tausiah oleh UAS. UAS membuka tausiah dengan definisi dari mental. Mental adalah sesuatu yang tidak berkaitan dengan fisik dan tenaga, tapi berkaitan dengan batin dan tabiat manusia.

Ada 6 (enam) hal yang dapat merusak tabiat manusia yakni :

Ada 6 (enam) hal yang dapat merusak tabiat manusia yakni :

1.Mindset
Apabila salah dalam berpikir, maka akan membuat salah bicara, apabila salah bicara maka akan membuat salah dalam bertindak. Maka mindset harus benar-benar diluruskan. Oleh sebab itu kita diajarkan untuk istiqomah karena godaan yang luar biasa akan selalu merasuki kita.

2.Menggantungkan diri pada benda.
Contahnya : Kalau saya naik mobil ini, maka akan dihormati orang.
Cara agar tidak demikian maka kita harus sadar, bahwa manusia lahir kedunia tidak membawa benda. Keterikatan pada benda sangatlah berbahaya, oleh sebab itu harus diantisipasi. Keterikatan pada benda sangat merusak.

3.Jangan sampai cinta habis untuk makhluk Allah.
Benci dan cinta tempatnya sama, yakni dihati. Pergunakanlah cinta untuk tempat yang bermanfaat. Sabar dalam menerima kententuan dari Allah. Berbuat baiklah kamu untuk yang baik-baik saja.

4.Semua yang kita makan akan menjadi darah dan daging.
Oleh sebab itu jaga makananmu dengan makanan yang halal dan rezeki yang halal. Maka itulah sebab-sebab do’a terkabul atau tidak terkabul.

5.Semua perintah datang dari ubun-ubu.
Segala yang kita makan akan mempengaruhi cara berpikir.

6.Kita bekerja memerlukan bantuan orang lain.
Bertemanlah dengan orang yang baik dan saleh.

Tausiah diisi dengan tanya jawab, semua pertanyaan langsung dijawab oleh UAS. Tausiah ditutup dengan do’a yang dipandu langsung oleh UAS. Dengan adanya ceramah mengenai ini, semoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya dan dapat diterapkan dalam hidup sehari-hari, sehingga terbentuk pribadi-pribadi yang berintegritas dalam segala tindakannya.